Pendidikan Literasi Digital Kepada Anak, Seberapa Pentingkah ?

oleh
Ketua RTIK Jember, Ulil Albab saat diwawanca di kampusnya. (Foto: Guntur Rahmatullah / Suara Indonesia News)

JEMBER, Sabtu (24/3/2018) suaraindonesia-news.com – Ayah dan bunda, pernahkah Anda berpikir dampak apa yang akan muncul jika memberikan fasilitas smartphone kepada anak Anda ? Lalu atas dasar apa Ayah dan bunda mau memberikan fasilitas tersebut ? Apa karena anak maksa agar sama dengan teman-temannya, jika iya lalu apakah Ayah dan bunda sudah yakin bahwa anak anda sudah mampu memilah antara konten yang patut dikonsumsi dan tidak di dunia digital ?

Seberapa besar komitmen Ayah dan bunda untuk mengawasi anak dalam pergaulannya di dunia digital jika memang sudah terlanjur memberikan fasilitas smartphone kepada anak ?

Sekian pertanyaan itu diuraikan oleh Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Jember, Ulil Albab mengenai keresahannya setelah mengetahui adanya video yang tersebar dimana anak perempuan sekitar umur 7 tahun sedang menonton film porno, mirisnya ada 2 orang dewasa di samping anak tersebut malah tidak mengawasi apa yang ditonton anak kecil itu. Kedua orang dewasa itu diduga adalah orangtuanya dimana menurut visualiasasi video yang tersebar, tempatnya di Samsat Kebon Nanas, Jakarta Timur, persisnya dekat pengambilan plat nomer pada pertengahan bulan maret 2018 ini.

“Orang tua harus peduli dan berkomitmen untuk memberikan pengawasan penggunaan gadget anaknya, peristiwa kecolongan ini sangat miris bagi kami,” terang Ulil kepada awak media ini, Sabtu (24/3) sore.

Oleh karenanya, RTIK Jember sebagai wadah relawan di dunia digital bekerjasama dengan komunitas Tanoker Ledokombo akan menyelenggarakan pendidikan literasi digital kepada anak dan orang tua.

Baca Juga: Bupati Faida Ingin Jember Jadi Kota Prajurit 

“Nanti kami akan memberikan pendidikan literasi digital kepada anak-anak yang telah kami desain dalam sebuah permainan,” ucapnya

Permainan tersebut berisi berbagai pemahaman mengenai penggunaan internet secara sehat, lanjut Ulil, di samping itu juga kami akan memberikan pendidikan kepada orang tua bagaimana cara pengawasannya.

“Materinya mulai dari UU ITE, mengenal konten hoax, apa itu hatespeech, dan banyak lagi,” imbuhnya.

Mahasiswa semester 6 psikologi Universitas Muhammadiyah Jember ini menerangkan alasannya memilih bekerjasama dengan Tanoker Ledokombo.

“Komunitas Tanoker ini kan fokusnya kepada anak-anak dimana di daerah tersebut banyak buruh migran sehingga anak justru dirawat bukan oleh orang tuanya sendiri, di sinilah peran pentingnya, bagaimana mengawasi anak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dunia digital yang sehat,” jelasnya.

RTIK Jember rencananya akan melaksanakan agendanya tersebut pada Minggu (25/3/2018) besok, yang dikolaborasikan dengan Pasar Lumpur Ledokombo.

“Jadi jangan lupa besok datang ke Tanoker Ledokombo,” ajaknya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *