Pemkab Lumajang Kenalkan Buah Manecu Lewat Festival Buah

Bupati saat membuka Festival Pakenal Manecu Na Dejeh lepas Burung Dara.

LUMAJANG, Jumat (8/11/2019) suaraindonesia-news.com – Festival Manecu Na Dejeh, atau festival memperkenalkan buah manecu dari wilayah utara Lumajang, merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang untuk memperkenalkan buah manecu, yang merupakan hasil bumi khas Lumajang, Jawa Timur.

Demikian, disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., saat pada acara Festival Manecu Na Dejeh, di kawasan wisata Ranu Klakah, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jumat (8/11).

Festival Pakenal Manecu Na Dejeh 2019, merupakan festival perdana yang dilaksanakan di wilayah utara Kota Lumajang, dan merupakan acara gabungan antara 4 kecamatan, yakni Kecamatan Kedungjajang, Kecamatan Randuagung, Kecamatan Klakah dan Kecamatan Ranyuoso.

Rencananya, tempat penyelenggaraan festival tersebut akan digilir setiap tahunnya, dan dilaksanakan saat musim panen buah manecu.

Acara diawali dengan peninjauan stand/bazar makanan/minuman olahan buah manecu oleh Cak Thoriq dan Bunda Indah, yang kemudian dilanjut dengan pelepasan burung merpati.

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan, kalau Kabupaten Lumajang merupakan kabupaten penghasil buah manecu terbanyak. Namun, pengenalan buah manecu kepada masyarakat di luar Kabuapten Lumajang masih belum optimal.

Cak Thoriq berharap, dengan adanya festival buah manecu yang akan dilaksanakan setiap tahun, bisa mendongkrak penjualan buah manecu maupun hasil bumi lainnya.

“Kami yakin potensi produksi buah di wilayah utara Lumajang sangat luar biasa. Namun, harus didukung dengan infrastruktur yang memadai,” ujarnya.

Lantas, ia menerangkan, Pemkab Lumajang telah menganggarkan dana pembangunan infrastruktur di wilayah utara Kabupaten Lumajang. Dengan tersedianya infrastruktur yang memadai, diharapkan mampu meningkatkan potensi ekonomi di wilayah utara Kabupaten1 Lumajang, termasuk di dalamnya adalah potensi produksi buah dan potensi pariwisata.

“Pembangunan infrastruktur adalah pilihan yang diprioritaskan, agar semua akses bisa dimanfatkan oleh masyarakat. Sehingga, bisa mengembangkan potensi ekonomi,” sambungnya.

Bunda Indah menambahkan, infrastruktur lain yang akan dibangun adalah pembangunan air bersih di 4 desa di Kecamatan Ranuyoso. Dengan memaksimalkan sumber air Mrutu, diharapkan daerah Ranuyoso dan Klakah tidak kekurangan air, serta bisa meningkatkan produktifitas hasil tanam masyarakat.

Bupati dan Wabup berharap, pelaksanaan festival buah manecu tahun depan lebih meriah lagi. Serta, diharapkan peran aktif dari dinas terkait, terutama Dinas Pertanian, agar Kabupateng Lumajang bisa menghasilkan buah manecu yang lebih unggul.

“Ini adalah apresiasi dari kami, atas prestasi dari seluruh camat di wilayah utara, yang telah berinovasi atas produk yang harus disebarkan dan dipublikasikan,” pungkas Cak Thoriq.

Acara diakhiri dengan makan buah manecu secara bersama-sama, dengan asisten pemerintah Kab. Lumajang dan seluruh jajaran Forkopimca Klakah.

Pada acara tersebut, dilaksanakan pula penyerahan trophy, piagam, serta uang pembinaan, kepada para pemenang lomba fotografi tema manecu, lomba buah manecu unggulan, dan lomba olahan makanan/minuman dari buah manecu.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Oca

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here