Pemkab Jember Gandeng BNI Berikan Akses Permodalan Usaha Kecil dengan Bunga Terjangkau

JAKARTA, Senin (7/1/2019) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Jember menggandeng PT. Bank Negara Indonesia (Persero) menyelenggarakan kerjasama penyaluran program kemitraan dan kredit usaha rakyat untuk masyarakat Jember.

Program ini nantinya akan memberikan kemudahan dalam segi permodalan usaha dimana segmen yang dibidik kali ini adalah warung berjaringan dan warung kopi.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menargetkan  1000 usaha warung rakyat berjaringan serta 1000 warung kopi dapat terserap dalam kerjasama ini.

“Kita targetkan 1000 warung kopi serta 1000 warung rakyat dapat terserap. Kenapa memilih warung rakyat adalah untuk melindungi mereka dari gempuran toko modern berjaringan. Kelemahan merekaselain jaringan sebenarnya adalah modal usaha, jadi selain bekerjasama dengan toko modern berjaringan yang mensyaratkan 30 persen harus barang produk lokal, maka selanjutnya warung-warung rakyat ini menjadi warung berjaringan, dibantu modalnya, dibantu manajemennya dibantu suplainya supaya mereka dapat bersaing ,” terang Bupati Jember, Faida usai menandatangani Nota Kesepakatan di Ruang Cakrawala, Lantai 32, Kantor PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Jakarta Pusat, Senin (7/1/2019).

Bupati Faida juga telah merombak nomenkelatur pada Disperindag Kabupaten Jember. “Seksinya kita ganti, ada seksi industri kecil, menengah dan besar supaya lebih fokus. Dan juga ada model inkubasi usaha untuk mendukung pemula, ada juga yang bertugas membina UMKM supaya jelas, dengan demikian setiap seksi harus mempunyai data tentang target sasarannya supaya programnya jelas ,” terang Bupati Faida.

“Dalam kesepakatan ini, pengusaha warung berjaringan dan kopi tidak memerlukan agunan untuk mendapatkan pinjaman, karena kami (baca : Pemkab Jember) yang menjadi penjaminnya,” lanjutnya.

Kesepakatan ini akan langsung dilaksanakan pada tahun 2019 ini juga.

Sementara Direktur Jaringan dan Usaha Kecil BNI Catur Budi Harto menjelaskan bahwa dengan kerjasama ini, masyarakat akan mendapatkan pinjaman modal dengan bunga yang sangat terjangkau.

“Teknisnya nanti kita membidik kelompok seperti RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dalam program Kementerian Pertanian yang membidik kelompok tani, sehingga data-data sudah masuk ke system e-RDKK di situ kita berikan penawaran. Kenapa kelompok supaya lebih terorganisir dan nantinya akan terbentuk kluster-kluster. Untuk bunga setiap Rp. 1.000.000, besar bunganya adalah Rp. 5.800 sehingga ringan,” terang Catur.

Catur menegaskan bahwa targetnya kali ini bukan besaran nominal kredit yang dapat tersalurkan, akan tetapi jumlah masyarakat yang menerima manfaat ini.

“Mereka nantinya juga kami berikan kartu yang di situ tersimpan database kostumer untuk memudahkan kami. Kami tidak berbicara mengenai berapa besar kredit namun berapa banyak orang yang mendapatkan,” tegasnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here