Pemkab Blora Berikan Pembayaran Ganti Rugi Lahan Bandara Ngloram Bagi Warga Terdampak

oleh
Kepala Dinas Dinrumkimhum Pratikto Nugroho S.Sos, MM serta staff, Camat Cepu, Dirut Bank Jateng, Kab. Blora dan salah satu warga penerima kompensasi ganti rugi saat proses penerimaan adminitrsi.

BLORA, Rabu (11/12/2019) suaraindonesia-news.com – Pembayaran Kompensasi ganti rugi untuk 22 warga Desa Ngloram, Kapuan dan Getas, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang memiliki tanah digunakan sebagai lahan bandara pesawat terbang Ngloram Selasa 10 Desember 2019 diberikan oleh pemerintah kabupaten Blora bertempat di balai Desa Ngloram.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman Dan Perhubungan Kabupaten Blora, Pratikto Nugroho, S.Sos, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari ini merupakan hari pembayaran ganti rugi karena dana ganti rugi sudah masuk di bank Jateng dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Blora dan kemudian bisa ditransfer ke rekening warga yang tanahnya di fungsikan sebagai pengembangan Bandara Ngloram.

“Sesuai anjuran Bupati, untuk menyaksikan kompensasi pembayaran ganti rugi kepada masyarakat yang berdampak secara langsung, karena dana itu akan dibayarkan secara tunai tanpa potongan sepeserpun,” kata Pratikto.

Sementara Kepala Bidang Perhubungan Dinrumkimhum Bambang Soegiyanto saat dikonfirmasi menyapaikan, dari 22 warga ini ada 8 orang yang belum memiliki sertifikat akan tetapi salah satu keluarganya sebagai ahli waris akan bertangung jawab untuk menerima kompensasi uang pembayaran ganti rugi secara teknis.

Ia juga menyampaikan bahwa tanah yang dibutuhkan bandara Ngloram dari total keseluruhannya 32 hektar untuk kegiatan mendatang tahun 2020 adalah:
1. Pembangunan Terminal
2. Apron
3. Rest and Septi Area

“Setiap meternya tanah ganti rugi Rp. 348.000 dan anggaran dikeluarkan pihak pemerintah daerah Rp. 11,9 Milyar,” ujar Bambang.

Ganti rugi ini kata Bambang, bukan hanya tanah saja akan tetapi juga pohon dan tumbuhan lainnya.

Setelah berlangsungnya pembayaran dan proses adminitrasi petugas pemberi kompensasi kepada masyarakat ternyata tanahnya yang berdampak, ada dua warga yang belum bisa menerima ganti rugi disebabkan kurangnya berkas adminitrasi.

“Dia menyampaikan, 2 orang yang belum bisa diambil uang ganti ruginya atas nama Fauzi dan Nur dari warga Desa Kapuan
disebabkan kurangnya proses adminitrasi, yaitu kurangnya admintrasi seperti belum tandatangan perlengkapan hak sehingga belum bisa cair,” kata Kepala Desa Kapuan Hariyono.

Bersamaan Dengan Hal tersebut, Rozak Kepala Bandara dari kementrian Perhubungan ketika ditanya soal ganti rugi dirinya mengatakan bahwa pihaknya pada intinya berterimakasih banyak kepada pihak Kabupaten Blora dan masyarakat sekitar Bandara Ngloram.

“Tanpa masyarakat dan pemerintah daerah Bandara Ngloram tidak akan terwujud dalam percepatan pembangunannya,” pungkasnya.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *