PDAM Tirta Pakuan Resmi Berubah Menjadi Perumda

oleh
Dirut Perumda Air Minum Tirta Pakuan Deni Sanjaya saat ditemui di ruangan kerjanya.

BOGOR, Jumat (17/01/2020) suaraindonesia-news.com – Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri. Pemkot Bogor mengubah nomenklatur, perusahaan daerah. Semula Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda).

Dirut Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Sanjaya menyampaikan bahwa perubahan nomenklatur perusahaan plat merah milik Pemkot Bogor, dari PDAM kini menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Pakuan berlaku sejak awal tahun ini setelah melalui Paripurna di kantor DPRD Kota Bogor ungkapnya, Kamis (16/01) diruangan kerjanya.

Menurutnya, pada umumnya tidak jauh berbeda, hanya ada pasal-pasal yang mengatur di dalam perwali dan memiliki subtansinya dalam pengawas direksi.

“Seperti di dewan pengawas tadinya lima tahun sekarang menjadi tiga, hingga peraturan direksi saat ini bisa sampai lima tahun kedepan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Deni, dirinya harus menjaga (K3), kualitas, kuantitas dan kontinuitas, kualitas harus memiliki standar dari Departemen Kesehatan (Depkes) dan kuantitas harus memenuhi kebutuhan penambahan penduduk, kontinuitas harus 24 jam.

“Untuk yang lain lainnya tidak banyak perubahan terutama menyangkut pelayanan-pelayanan, standar artinya mau perseroda, perumda, mau perusahan daerah sama tidak ada perubahan yang jelas kita lebih ke perusahaan umum,” ujarnya.

Ditambahkan Deni, berkaitan dengan perubahan ini, pihaknya menyikapinya dengan positif.

“Perumda Tirta Pakuan akan berusaha mengembangkan jaringan pipa dan penanganan kehilangan air semaksimal mungkin serta cakupan layanan 100 persen yang ditargetkan hingga tahun 2022,” tuturnya.

Dikatakan Deni, kapasitas produksi air yang dibutuhkan untuk wilayah Kecamatan Bogor Barat sekitar 400 liter perdetik, WTP Cikereteg sekitar 200 liter perdetik, Palasari 100 liter perdetik dan Cipinang Gading 100 liter perdetik.

“Untuk tahun ini, penambahan kapasitas produksi air diprioritaskan untuk WTP Cipinang Gading 100 liter perdetik, Palasari 100 liter perdetik dan Kabandungan 40 sampai 50 liter perdetik, sedangkan untuk Kecamatan Bogor Barat, penambahan kapasitas paling besar melalui proses FS yang kemungkinan akan dikaji secara kelayakannya,” pungkasnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *