BOGOR, Rabu (03/10/2018) suaraindonesia-newa.com – Setelah terputusnya jembatan pipa distribusi Puspa Raya DN 400 mm dan DN 250 mm arah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/09) lalu, PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor memasang pipa HDPE sementara di trotoar jembatan yang sudah dikoordinasikan dengan pihak PUPR untuk antisipasi pasokan air kepada masyarakat.
Humas PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor Agus saat ditemui mengatakan bahwa pasca putusnya jembatan pipa distribusi Puspa Raya DN 400 mm dan DN 250 mm arah Kecamatan Bojonggede, PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sudah merencanakan penyambungan pipa lagi.
Kali ini perencanaannya kata Agus dengan metode Horizontal Directional Drilling (HDD). Teknik ini beda dengan biasanya yang membongkar banyak bagian jalan untuk pemasangan pipa baru. Sedangkan HDD tidak demikian.
“Kita akan memasang pipa melintasi sungai ciliwung, sekitar 3 meter di dasar sungai,” ungkapnya.
Sebelum membahas anggaran untuk metode HDD ini kata agus, untuk tahapan sekarang yang sudah dilakukan PDAM Tirta Kahuripan, baru tahap uji coba kekerasan tanah di dasar sungai yang dilakukan oleh tim ahli didampingi oleh pihak PDAM.
Saat ditanya oleh wartawan siapa yang melakukan uji coba kekerasan tersebut, Agus mengatakan tidak mengetahui secara pasti.
“Saya tidak tau secara pasti yang melakukan uji coba, yang pasti alat untuk uji coba kekerasan belum ada di PDAM, berarti mungkin dari eksternal didampingi oleh pihak PDAM,” tuturnya.
Menurutnya, hasil dari uji coba kekerasan tanah tersebut, sudah layak untuk dilakukan metode HDD tersebut.
“Dari hasil uji coba kekerasan ini, maka pada 2019 yang akan datang akan dianggarkan untuk pelaksanaan metode HDD tersebut,” pungkasnya.
Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Imam












