Pasca Keracunan Warga, Muallem Minta BPMA Perketat Pengawasan

oleh -172 views
Foto : H. Muzakir Manaf /Muallem Ketua KPA (Komite Peralihan Aceh).

ACEH TIMUR, Rabu (07/07/2021) suaraindonesia-news.com – Terkait polemik pasca peristiwa keracunan warga di Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, karena diduga dampak dari operasional PT Medco E&P Malaka dan ratusan warga yang harus mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam pada tanggal 9 april dan 27 Juni lalu, mendapatkan perhatian serius dari Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) H. Muzakir Manaf.

Muallem sapaan akrab Muzakir Manaf mengatakan kepada Media ini. Sejauh ini tetap mengikuti perkembangan atas peristiwa yang terjadi di Aceh Timur terhadap keracunan warga di Kecamatan Banda Alam.

“Sebab masalah tersebut sangat serius, menyangkut keselamatan masyarakat dan lingkungan,” ujar Muallem. Selasa (6/7).

“Jangan sampai masyarakat tidak nyaman dan ketakutan hidup di lingkar tambang,” timpalnya lagi.

Karena itu, Muallem minta Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) sebagai lembaga pengawas harus memperketat pengawasan terhadap operasional perusahaan yang melakukan ekplorasi Migas karena rentan resiko termasuk PT Medco E&P Malaka.

“Jangan sampai peristiwa yang sama terulang kembali, apalagi sampai jatuh korban jiwa,” tegas Muallem yang juga Ketua Umum Partai Aceh.

Menurutnya, PT Medco harus mengedepankan SOP (Standar Operasional Prosedure) dan profesionalisme.

“Selain menjaga keselamatan lingkungan, PT Medco bisa mensejahterakan masyarakat, apalagi kondisi ekonomi rakyat di masa pandemi covid-19 sangat terjepit, maka dari itu PT Medco harus bisa membantu ekonomi rakyat di sekitar operasi,” harapnya.

Lanjut dia, BPMA harus bisa menjadi jembatan antara masyarakat dengan perusahaan dalam menyelesaikan setiap masalah yang timbul dari kegiatan operasi Migas.

“Hal itu sesuai dengan fungsi dan tugas BPMA sebagaimana amanat MoU Helsinki dan UUPA,” pungkas Mantan Wakil Gubernur Aceh itu.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *