Panglima TNI Minta Prajurit Rebut Hati Rakyat

Persiapan Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infanteri 509/ Balawara Yudha

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berfoto bersama para prajurit Yonif Raider 509 Balawara Yudha (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Sabtu (13/7/2019) suaraindonesia-news.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan pemeriksaan kesiapan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia – Papua New Guinea (Satgas Pamtas RI-PNG) di Markas Batalyon Infanteri Raider 509/ Balawara Yudha, Jember, Jawa Timur, Jumat (12 Juli 2019) petang.

Dalam pemeriksaan tersebut, sang Panglima TNI memberikan sederet instruksi serta motivasi kepada 450 prajurit Yonif Raider 509 yang akan bertugas menjaga perbatasan RI-PNG pada bulan agustus 2019 mendatang.

“Bukan hanya melaksanakan tugas pantau perbatasan, tapi yang lebih penting adalah bagaimana merebut hati rakyat,” tegas Marsekal Hadi Tjahjanto di hadapan para prajurit.

Prajurit TNI harus mampu menjadi pelopor untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat, dan memastikan rakyat tetap berjiwa merah-putih, lanjut Marsekal Hadi juga yakin ratusan prajurit Yonif Raider 509 mampu dan sukses dalam melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG di wilayah utara.

Dalam pemeriksaan tersebut, Marsekal Hadi juga berjanji akan memberikan tambahan sarana perlengkapan kepada para prajurit selama bertugas menjaga perbatasan. Berbagai perlengkapan yang akan ditambah di antaranya pakaian, peralatan patrol, radio, serta penyimpanan listrik yang lebih besar.

“TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI, sehingga kualitas prajurit menjadi perhatian serius dan saya yakin prajurit TNI bisa mengatasi segala rintangan yang akan dihadapi di Papua nanti,” tambahnya saat memberikan pengarahan kepada para prajurit.

Tak Hanya Pengacau Keamanan, Potensi Penyakit Juga Harus Diwaspadai

Marsekal Hadi Tjahjanto juga mengingatkan kepada para prajurit Yonif Raider 509, untuk selalu menjaga kesehatan selama bertugas di sana mengingat kondisi medan di Papua merupakan perbukitan serta rawa sehingga bukan hanya pengacau keamanan, tetapi juga potensi penyakit malaria dan penyakit lainnya harus diwaspadai.

“Kalian harus mampu juga segera beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sana, lingkungan di perbatasan RI-PNG berbeda dengan lingkungan di Jawa, suhu tentunya sangat berbeda, termasuk medannya perbukitan serta rawa. Berikutnya adalah kalian juga harus menjaga kesehatan serta keselamatan masing-masing, kalau memang dirasa kurang enak segera laporkan ke dokter supaya segera mendapatkan perawatan,” pesannya kepada para prajurit.

Sang Panglima juga mengingatkan kepada para prajurit selama bertugas untuk tidak lengah sedikit pun, meski tidak ada tugas rutin namun kewaspadaan harus tetap diutamakan.

“Mereka terus kami berikan informasi intelejen terkait cuaca, medan dan musuh, dan mereka terus akan bekerjasama dengan kepolisian,” ujar Marsekal Hadi.

Sementara itu, terkait ancaman penyakit, Komandan Batalyon Infanteri Raider 509 Letkol. Inf. Wira Muharromah berpesan kepada para prajurit untuk selalu disiplin

“Jadi penanganannya memang penyakit malaria ini tidak bisa dihindari, namun tergantung manusianya, yang pertama dia harus disiplin, disiplin dengan waktu, disiplin dengan makanan, disiplin dengan kebersihan dan disiplin dengan olahraga. Selama kita tidak leyeh-leyeh atau bermalas-malasan, insyaallah tidak akan terkena penyakit,” pesan Letkol Wira.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Mariska


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here