Pandemi Covid-19, Ifan Anak Kelas I SD Terpaksa Jualan Gorengan Bantu Ekonomi Keluarga

oleh -65 views
Foto : Sairi seorang aktivis LSM sedang membeli gorengan jualan Ifan, anak kelas satu SD yang terpaksa jualan gorengan membantu perekonomian keluarga di masa pandemi Covid-19. (Foto: Nora/SI)

SAMPANG, Kamis (28/1/2021) suaraindonesia-news.com – “Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu. Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal,” petikan lirik lagu Iwan Fals itu sangat pas diberikan pada Ifan anak umur 8 tahun kelas I SD, di masa pandemi Covid-19 yang menghancurkan sendi perekonomian rakyat kecil menengah, terpaksa harus membantu perekonomian keluarganya dengan berjualan gorengan.

Ifan itu nama panggilannya, setiap hari harus berjalan terseok-seok keluar masuk komplek perumahan sambil membawa keranjang belanja berisi bermacam gorengan yang dibungkus plastik mika dengan harga Rp 5 ribu. Sesekali ia menyeka keringatnya yang bercucuran karena tersengat teriknya matahari.

Namun Ifan tetap tabah dan semangat menjajakan gorengannya pada warga di perumahan Perum Permata Selong. Saking seringnya bertemu dan membeli, terkadang Ifan jika sudah lelah menjajakan gorengannya dan masih banyak belum laku, ia mampir ke rumah dan menawarkan gorengannya. Sungguh miris dan nangis hati ini melihatnya.

Seperti pagi itu pukul 09.00 WIB, saat saya ingin berangkat kerja sebagai kuli tinta, terkejut melihat Ifan sudah berdiri di depan pintu pagar menunggu saya keluar rumah. Akhirnya Ifan saya suruh masuk dan membeli beberapa gorengan. Tampak senang dan sumringah wahahnya karena akhirnya gorengannya ada yang membeli.

“Makasih ya om membeli gorengan. Numpang duduk dulu ya om lessoh (capek, red), aleng leng gitak pajuh (muter-muter jajakan gorengan belum laku, red),” kata Ifan dengan wajah polosnya.

Telusur, sambil duduk santai depan teras rumah, Ifan masih duduk di kelas satu SDN di Sampang. Tempat tinggalnya di Jl Pemuda Bahari Kajuk Laok. Bapaknya bernama Jumadi seorang kuli bangunan sedangkan ibunya bernama Iis saat ini sedang sakit sesak napas dan terbaring ditempat tidur.

Ifan setiap hari terpaksa jualan memanfaatkan liburan sekolah yang tak jelas kapan masuk sekolah lagi secara normal, akibat terjadi pandemi Covid-19. Tapi kata polos Ifan berujar dan bertanya, om kapan sekolah masuk seperti dulu lagi. Kangen om ingin bermain dengan teman-teman sekolah, ucapnya lirih. (bersambung)

Reporter : Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *