Pabrik Kembang Api Kosambi Pekerjakan Anak di Bawah Umur, Berikut Tanggapan Anggota Komisi IX DPR-RI

Anggota Komisi IX DPR-RI, Ayub Khan saat mengisi materi dalam sosialisasi program KIE Kreatif BkkbN di Desa Pontang, Kec. Ambulu. (Foto : Istimewa)

JEMBER, Rabu (1 November 2017) suaraindonesia-news.com – Terjadinya kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang (26/10) lalu, dimana dari 48 korban meninggal, 3 korban di antaranya adalah anak-anak menuai komentar dari Anggota Komisi IX DPR-RI, Ayub Khan.

Seperti diberitakan berbagai media bahwa PT. Panca Buana Cahaya Sukses (pabrik kembang api, red) dimana 60 % pekerjanya adalah perempuan dan anak-anak dengan direkrut secara borongan sangat disayangkan olehnya.

“Masalah yang di Kosambi, Tangerang, pengawasan memang kurang ketat terkait ketenagakerjaan,” kata Ayub, usai memberikan sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif BKKBN di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Jember, Rabu (01/11) siang.

Kondisi kesenjangan ini dimana masih ada anak-anak yang diperbolehkan bekerja oleh orang tuanya tidak bisa dilepaskan dari kondisi rendahnya ekonomi serta tingkat pendidikan.

Baca Juga: Apes, Ngaku Khilaf, dan Sempat Viral di Medsos, Pencuri HP Ditangkap 

Oleh karenanya, Pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan lapangan kerja serta pelatihan keterampilan kepada generasi muda.

“Ini merupakan tanggung jawab Pemerintah, dalam penyediaan lapangan pekerjaan serta pelatihan keterampilan, perlu sinergitas lintas sektoral terkait,” harapnya.

Selain itu, kondisi dimana orang tua memperbolehkan anaknya di bawah umur untuk bekerja, menurutnya juga tak lepas dari pernikahan dini.

Mengenai hal tersebut, BkkbN mempunyai program khusus terkait pencegahan pernikahan dini yaitu program Generasi Remaja (GenRe).

Program ini diformulasikan untuk memberikan konseling kepada para remaja agar menghindari 3 hal yaitu pernikahan dini, tidak melakukan sex bebas sebelum menikah dan menjauhi narkoba. (Gun/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here