Ngaku Miliki Uang Milyaran Rupiah, Retno Tipu Tuhan

oleh -45 views
Dwi Retno (56) saat diamankan polisi

LUMAJANG, Rabu (26/6/2019) suaraindonesia-news.com – Mengaku warga Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, dan miliki uang hingga milyaran rupiah tipu warga Kabupaten Lumajang.

 

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (25/6) kemarin, ketika petugas dari SPK Polsek Pasirian, menerima penyerahan seseorang yang diketahui bernama Dwi Retno (56), oleh warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Penyerahan ini sendiri bermula saat Dwi Retno yang telah menginap selama dua hari di rumah Tuhan (39), warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

“Retno ngakunya memiliki perusahaan tambang batu bara di Propinsi Kalimantan,” kata Tuhan.

Selain itu, pelaku kepada Tuhan juga mengaku memiliki simpanan uang di Bank sebanyak Rp. 15 milyar lebih.

Selanjutnya, korban pun diajak pergi ke Bank BNI dengan tujuan untuk mencairkan uang milik pelaku. Namun di tengah perjalanan, pelaku meminta KTP korban dengan alasan untuk membuka tabungan milik pelaku. Tak sampai disitu, pelaku pun juga meminta uang tunai sebesar Rp. 1,9 juta, dengan alasan mempermudah dalam pencairannya.

“Saya mulai curiga dengan permintaan tersebut, akhirnya meminta tolong Fauzan (27) yang merupakan Kepala Dusun (Kasun) Krajan III, Desa Bago, untuk selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Pasirian,” terangnya.

Setelah diintrogasi secara mendalam oleh petugas, akhirnya pelaku mengakui bahwa ia telah berbohong atas kepemilikan perusahaan tambang serta simpanan uang hingga ratusan milyar tersebut.

“Ia pun mengakui bahwa kepemilikan perusahaan tambang serta milyaran uang hanyalah cara agar korban masuk dalam perangkapnya,” terang petugas.

Pelaku sendiri juga mengaku bahwa praktik penipuan seperti ini bukan lah pertama yang ia lakukan, namun juga pernah ia praktikan di sejumlah wilayah di Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban yang dikonfirmasi melalui sambungan telpon mengatakan pihaknya akan mendalami kasus ini secara mendetail.

“Sejauh ini Dwi Retno adalah tersangka tunggal. Namun demikian, saya akan mendalami kasus ini secara mendetail sebab ada kemungkinan mereka ini memiliki jaringan yang cukup luas di luar sana. Ini termasuk kasus yang unik, mengingat pelaku berani mengaku memiliki perusahaan tambang di Kalimantan dan bahkan memiliki simpanan uang hingga ratusan milyar rupiah,” ungkap Kapolres kepada media ini.

“Dan informasi sementara ini, diketahui belum ada kerugian terhadap korbannya, tapi tetap dapat di pidana, sebab sudah mencoba melakukan kejahatan, jika niat untuk itu telah dilakukan dan ternyata adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri, maka bisa dikenakan pidana sesuai pasal 53 KUHP,” ujar AKBP Arsal menjelaskan.

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran Cobra menuturkan Tim Cobra akan mendalami serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kami akan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo Kota mengingat dalam pernyataannya, tersangka juga mengaku pernah melakukan kejahatan serupa di wilayah tersebut,” kata pria yang juga menjabat sebagai Katim Cobra ini.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Mariska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *