New Normal, BPJS Kesehatan Selenggarakan Sosialisasi Kepada Badan Usaha di Kota Gunungsitoli

oleh -21 views
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Gunungsitoli saat menyampaikan materi sosialisasi kepada peserta.

GUNUNGSITOLI, Minggu (5/7/2020) suaraindonesia-news.com – Gunungsitoli, Dalam rangka menyambut kebijakan New Normal dan patuhi protokol kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menggelar kegiatan Gathering Badan Usaha dan Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan pada, Senin (22/06) kepada badan usaha yang telah mendaftarkan diri dan pekerjanya ke dalam Program JKN-KIS.

Kegiatan yang bertujuan sebagai untuk memberikan apresiasi kepada badan usaha tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Bidang Ketenagakerjaan Kota Gunungsitoli.

Pada kegiatan itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli Harry Nurdiansyah menjelaskan kegiatan ini sebagai upaya BPJS Kesehatan dalam menyampaikan informasi kepada badan usaha khususnya informasi terbaru mengenai Perpres 64/2020.

“Melalui kegiatan ini, kami harap sosialisasi Perpres Nomor 64/2020 dapat tersampaikan dengan baik kepada peserta,” jelas Harry.

Lebih lanjut Harry menerangkan bahwa perubahan Perpres Nomor 75 Tahun 2019 menjadi Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tidak banyak merubah regulasi tentang badan usaha. Ia juga menerangkan bahwa iuran JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) adalah sebesar 5% dari gaji atau upah perbulan, dengan ketentuan 4% ditanggung oleh pemberi kerja dan 1% ditanggung oleh pekerja. Lebih rinci, Harry menjelaskan bahwa perhitungan 5% yang disetorkan badan usaha kepada BPJS Kesehatan adalah dengan batas atas Rp 12 juta dan batas bawah upah sesuai dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK).

“Apresiasi khusus kami kepada badan usaha yang telah mendaftarkan pekerjanya dalam Program JKN-KIS. Kami berharap setiap badan usaha patuh dalam melaporkan gaji pekerja kepada BPJS Kesehatan. Pelaporan ini semata-mata untuk memberikan penjaminan yang berkualitas dan keberlangsungan Program JKN-KIS,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, Wilser Napitupulu menyinggung soal pencegahan penyebaran Covid-19. Dimana menurutnya, hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

“Tugas ini adalah tugas semua pihak. Pemerintah menetap protokoler, menginformasikannya, dan memantau pelaksanaannya, tetapi untuk keberhasilan penerapan kebijakan ini adalah tanggung jawab kita semua. Kita harus membiasakan diri untuk kehidupan baru, kehidupan yang lebih peduli dengan kesehatan dan pola hidup bersih. Cuci tangan secara rutin, menggunakan masker, menjaga jarak di ruang publik, dan menjaga pola hidup sehat,” ungkap Wilser.

Wilser mengharapkan kepada seluruh badan usaha dan pekerja tidak mengendurkan semangat hidup sehat dan hidup bersih.

“Saling mengingatkan adalah upaya nyata dalam memberantas wabah ini,” harap Wilser.

Diakhir paparannya, Wilser juga menyampaikan agar masyarakat harus siap produktif tanpa mengabaikan kesehatan. Ia menjelaskan kehidupan tetap berjalan ada atau tidak ada Covid-19.

“Kita harus tetap produktif khususnya di bidang perekonomian. Mulai membiasakan diri dengan kondisi ini akan membantu kita lebih peduli dengan kesehatan diri, keluarga, dan orang lain. Protokoler ini kita jalankan untuk tatanan kehidupan yang lebih baik,” tutupnya.

Reporter : Topan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *