Tolak RUU HIP, Ribuan Warga Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Balikpapan

oleh -367 views
Ribuan Warga Saat Menggelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Balikpapan Untuk Menolak RUU HIP. Minggu (5/7/2020).

BALIKPAPAN, Minggu (5/7/2020) suaraindonesia-news.com – Ribuan warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Balikpapan menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pada Minggu, (5/7/2020).

Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh warga yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis Negara Kesatuan Republik Indonesia (Anak NKRI).

Unjuk rasa tersebut menyerukan sikap penolakan terhadap RUU HIP yang dibahas oleh sejumlah Fraksi di DPR RI.

Rombongan warga ini yang sudah satu jam berorasi di depan Kantor DPRD Balikpapan langsung diterima oleh Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, seluruh Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sekretaris Dewan dan Staf Sekretariat DPRD Balikpapan.

Ketua Anak NKRI Kota Balikpapan Abdul Rahim menyampaikan, aksi unjuk rasa dilakukan adalah untuk menolak RUU HIP yang sedang dibahas oleh sejumlah Fraksi di DPR RI.

“Ada empat poin pernyataan sikap yang kami sampaikan hari ini, yakni rakyat Balikpapan menolak RUU HIP, mendesak pemerintah dan DPR RI untuk segera menghentikan pembahasan RUU HIP, mendesak pemerintah dan DPR RI untuk mencoret dan menghapus RUU HIP dari Prolegnas, serta menolak keras segala bentuk gerakan dan bangkitnya kembali ajaran komunisme, marxisme, dan leninisme di bumi indonesia,” ujar Abdul Rahim kepada sejumlah wartawan usai melakukan pertemuan di ruang rapat Paripurna DPRD Balikpapan.

Abdul Rahim berharap, RUU HIP segera dicabut dari Prolegnas. Karena jika terus di pancing pihaknya khawatir massa akan lebih besar turun dan tidak bisa terkendali.

“Saya betul-betul mengharapkan dari pemerintah pusat termasuk para tokoh dan sesepuh yang ada disana (di pusat) untuk memperhatikan rasa perasaan emosional anak negeri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, pihaknya menyambut baik aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Balikpapan, karena masih peduli dengan indonesia raya, dengan Pancasila, dan UUD 1945.

“Unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Balikpapan ini sebenarnya mereka tidak ingin Pancasila di cabik-cabik. Makanya warga Balikpapan dan Kalimantan Timur ini yang tergabung dalam Anak NKRI menyuarakan kepada pemerintah pusat dan DPR RI untuk segera mencabut RUU HIP yang sedang dibahas disana,” terangnya.

Abdulloh menyampaikan, dalam waktu dekat pernyataan sikap dari Anak NKRI akan segara disampaikan bersama perwakilan dari mereka.

Abdulloh juga menegaskan, terkait permintaan dukungan pernyataan sikap oleh Anak NKRI, pihaknya menyatakan mendukung sepenuhnya terhadap penolakan RUU HIP, bahkan seluruh anggota DPRD Balikpapan mendukung penolakan tersebut.

“Insaallah semua anggota DPRD Balikpapan beserta seluruh keluarganya dan seluruh warga Balikpapan dan masyarakat Kalimantan Timur pada umumnya, saya yakin dan percaya menolak RUU HIP. Seharusnya dasar negara kita yang sudah betul tidak perlu lagi di otak atik, Pancasila sudah menjadi dasar negara kita selama 75 tahun indonesia merdeka,” ungkapnya.

Abdulloh juga menyayangkan, adanya pembahasan RUU HIP, padahal masih banyak yang harus diperhatikan dan diperjuangkan seperti pengentasan kemiskinan dan masalah pengangguran.

“Masih banyak pekerjaan yang lain. Misalnya, pengentasan kemiskinan di setiap daerah dan masalah pengangguran. Oleh karena itu, kami dari DPRD Balikpapan akan mendampingi mereka untuk mengantar surat pernyataan sikap Anak NKRI yang kami terima pada hari ini. Kami akan berangkat kesana bersama perwakilan dari mereka,” tutupnya.

Reporter : Fauzi
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *