ACEH ABDYA, Senin (11/12/2017) suaraindonesia-news.com – Sejumlah masyarakat nelayan dilokasi kompleks Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Seurangga kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluh. Pasalnya, hingga saat ini kondisi pembangunan Break Water (kolam labuh) terkesan dikerjakan setengah-tengah oleh pemkab setempat.
Deni (30) salah seorang perwakilan nelayan Abdya, saat dilokasi mengatakan, dalam meningkatkan taraf kesejahtraan masyarakat nelayan dipesisiran, pemerintah pusat, provinsi Aceh dan daerah harus serius, untuk membangun kembali pekerjaan break water.
”Bila pekerjaan break water di kolam labu sudah maksimal, boat dan perahu para nelayan yang berlabuh aman dari bencana aging kencang,” ujar Deni.
Dijelaskan Deni, empat hari yang lalu, semua perahu nelayan yang terpakir dilaut terangkat kedaratan oleh angin Selatan.
“Kejadian naas itu akibat braek water kolam labu dikerjakan setengah-tengan oleh pemkab,” tegasnya.
Ia berharap, pada pihak pusat dan provinsi, agar merespon lanjutan pembangunan kolam labuh.
“Ini sangat penting bagi masyarakat nelayan, sehingga tidak terjadi lagi kerusakan pada boat dan perahu yang terpakir dilokasi tersebut,” papar Deni.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Abdya, Muklis.Md, terkait dengan pembangunan break water di PPI Ujong Serangga Susoh mengatakan, saat ini pekerjaannya sedang dalam proses pengerjaan sesuai dengan Plafon anggaran yang ada untuk melanjutkan pekerjaan kolam labuh itu.
“Kelanjutannya, kita sudah mengusulkan proposal kepihak pemeritah pusat dan provinsi aceh, kita sudah usulkan kebutuhan anggaran, untuk penyelesaian pembangunan break water kolam labuh dengan jumlah Rp,1,35, miliar lagi.
“Bila hal itu terealisasi cepat, perekonomian para nelayan dipastikan meningkat dan sejahtra,” singkat Mukhlis.(Nazli/Jie).
