Nadifa Terpilih Jadi Ketua DPC SBMI Jember

oleh -372 views
Sidang pemilihan ketua DPC SBMI Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah).

JEMBER, Minggu (23/8/2020) suaraindonesia-news.com – DPC Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) menggelar musyawarah cabang dengan agenda pemilihan pengurus baru, Minggu (23/8) pagi. Sidang pemilihan pengurus tersebut dipimpin oleh Muhammad Khoiron Khisan, Divisi Advokasi SBMI Jember.

Terdapat empat orang calon yang diusulkan dalam sebagai ketua. Keempat orang tersebut di antaranya Maria, Nadifa, Kholifah dan Eni.

“Sidang pemilihan Ketua DPC SBMI Jember ini dipilih langsung oleh anggota. Hasilnya suara terbesar diraih Nadifatul Khoiroh dengan total perolehan 14 suara, Maria 2 suara, Kholifah 1 suara dan Eni 1 suara. Dengan demikian, kami sepakat menetapkan Nadifa sebagai ketua terpilih,” jelas Khoiron.

Lebih lanjut Khoiron mengatakan, Ketua terpilih kemudian diwajibkan untuk segera membentuk kepengurusannya dan kemudian dilaporkan ke pengurus pusat untuk diterbitkan SK kepengurusan.

Ketua DPC SBMI Jember terpilih, Nadifatul Khoiroh mengatakan fokus program SBMI Jember yang terdekat adalah edukasi masyarakat mengenai buruh migran yang sesuai peraturan pemerintah.

“Kami akan membantu pemerintah untuk melakukan sosialisasi bagaimana bermigrasi yang aman, yang sesuai peraturan pemerintah sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” kata Nadifa.

Program kedua adalah pendampingan keluarga yang ditinggalkan oleh buruh migran. Selanjutnya program ketiga ialah pemberdayaan bagi pekerja migran purna.

“Pekerja migran di Jember sangat tinggi, bisa saya katakan zona merah. Ditambah lagi permasalahan buruh migran yang tanpa dokumen (undocument migrant). Karena terjadi seperti itu, karena pemahaman yang kurang. Mayoritas mereka tergiur dengan iming-iming dengan gaji yang tinggi dan pekerjaan yang enak dengan jalan pintas sehingga mereka tidak mempelajari secara detil cara bermigrasi yang aman,” imbuh Nadifa.

“Persebaran buruh migran hampir di seluruh kecamatan, dan beberapa kecamatan yang banyak masalah buruh migran di antaranya kecamatan Sumberbaru di sana banyak buruh migran dengan dokumen tidak lengkap, disusul Kecamatan Tempurejo, Jelbuk dan Sukowono. Keempat kecamatan tersebut juga termasuk yang paling banyak mengirimkan buruh migran ke luar negeri,” pungkas dia.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *