PeristiwaRegional

Mulut Kuala Tertutup Jadi Pantai, Warga dan Nelayan Kedai Susoh Mengeluh

Avatar of admin
×

Mulut Kuala Tertutup Jadi Pantai, Warga dan Nelayan Kedai Susoh Mengeluh

Sebarkan artikel ini
aaaasssss
Warga Kedai Susoh saat menggali mulut kuala yang sudah tertutup pasir dengan menggunakan alat seadanya seperti, Cangkul dan Skop.

ABDYA, Sabtu (15/6/2019) suaraindonesia-news.com – Warga dan para nelayan di Kecamatan Susoh kembali mengeluhkan mulut kuala pulau kayu di kecamatan tersebut, kini kondisinya sudah tertutup dan menjadi pantai.

Nasrullah, salah satu nelayan di kecamatan Susoh kepada wartawan menyampaikan soal dangkalnya mulut kuala itu. Menurutnya, ada beberapa boat nelayan mengalami kerusakan karena nekat menerobos sehingga baling-baling boat patah.

Dikatakan, kondisi itu sangat parah sehingga harus ditangani segera. kemarin sebagian boat para nelayan sudah mengisi beberapa ton es untuk kebutuhan melaut dan akan mengalami kerugian besar jika tidak segera digunakan, karena akan mencair.

“Kita sangat berharap tindakan cepat dari pemerintah, nelayan akan rugi besar karena tidak bisa keluar. Sementara es sudah dimaksukan ke boat,” ungkapnya.

Menurutnya, pendangkalan mulut kuala itu memang kerap terjadi sewaktu-waktu, dan para nelayan baru bisa keluar masuk kuala di saat-saat tertentu yakni saat kondisi air laut sedang pasang.

Ia berharap, ke depan ada tindakan yang lebih signifikan lagi, contohnya membuat tanggul sebelah kiri dari arah masuk muara dengan batu gajah, seperti yang sudah dibuat di sebelah kanan. Sehingga pendangkalan tidak terjadi lagi atau dengan tindakan lainnya dengan tujuan yang sama.

Hal senada juga dikatakan, Ade Irawan warga Kedai Susoh yang sedang menggali mulut kuala yang dangkal itu mengatakan, sudah dua hari pihaknya mencoba mengalinya dengan peralatan seadanya seperti,cangkul, skop, namun tidak berhasil karena ombak pasang cukup besar.

“Jika tidak kita digali terus akan mengalami kerugian besar karena kandang ternak warga teredam air terus,” tuturnya.

Keuchik Kedai Susoh, Sabri kepada awak media mengatakan, sudah sepekan terakhir masyarakat mengeluh karena air dari mulut kuala yang terus meluap kedapur-dapur perumahan warga sehingga sulit untuk beraktivitas sehari-hari, kandang ternak pun terendam air karena padatnya air sungai yang tak bisa mengaliri kelaut.

“Saya selaku Keuchik sudah melaporkan hal ini kepada Camat namun belum ada dilakukan penanganan,” tutur keuchik Sabri.

Ia berharap, pihak pemerintah segera melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat kelokasi mulut kuala yang mendangkal dan tertutup pasir.

”Jika dibiarkan seperti ini terus masyarakat nelayan dan warga tidak bisa melanjutkan aktivitasnya dan akan mengalami kerugian besar,” pungkas Keuchik Sabri.

Sementara itu kepala BPBK Abdya,Amiruddin menyebutkan, setelah menerima laporan dari kepala Desa setempat, pihaknya segera menurunkan alat berat dari BPBK untuk melakukan pengerukan dimulut kuala yang sudah mendangkal.

”Sudah ditangani dan alat berat dari BPBK sudah berada dikelokasi,” kata Amir.

Reporter : Nazli
Editor : Nazli
Piblisher : Imam