Menko Luhut Minta Pemda Jujur, Tak Tutupi Data Kasus Covid-19 - Suara Indonesia
Berita UtamaPendidikanRegional

Menko Luhut Minta Pemda Jujur, Tak Tutupi Data Kasus Covid-19

Avatar of admin
×

Menko Luhut Minta Pemda Jujur, Tak Tutupi Data Kasus Covid-19

Sebarkan artikel ini
IMG 20210813 194531
Menko Marves Luhut B Panjaitan menjelaskan pada media jika Pemda harus bertindak jujur tak boleh tutupi data kasus covid-19.

KOTA BATU, Jumat (13/8/2021) suaraindonesia-news.com – Menko Marves Luhut B. Pandjaitan meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) baik Propinsi, pemerintah Kabupaten dan kota untuk bertindak jujur, tidak menutup-nutupi data terkait kasus Covid-19.

“Saya titip kepada Pemda ndak perlu ada angka-angka yang ditutupi. Biar aja dibuka, itu masalah kita rame-rame kok. Ndak ada yang salah. Yang salah kalau kita tutupi, kalau kita patuh dengan protokol itu pasti turun,” pesan Luhut.

Lebih jauh, Menko Luhut menyebutkan bahwa Pandemi Covid-19 dapat diselesaikan, jika semua pihak mau melihat secara utuh dan menanganinya secara bersama-sama.

“Semua saya sudah lihat. Jadi saya lihat ini masalahnya bisa diselesaikan bila kita  mau melihat utuh dan menanganinya secara bersama-sama,” imbuhnya.

Diapun lantas menyontohkan upaya pemerintah untuk mengkarantina penderita Covid-19 di fasilitas isolasi terpusat Buleleng, Bali.

“Seperti waktu saya di Buleleng mereka melakukan isolasi sehingga disana relatif aman. Jadi jangan khawatir mengenai angka, biar aja tinggi, nanti kalau sudah kita obati pasti turun,” urainya.

Alasan perlunya penderita Covid-19 dirawat di fasilitas isolasi terpusat karena untuk kasus dengan gejala sedang hingga berat bila ditangani di rumah maka akan berakibat fatal.

“Kalau di rumah, obatnya belum tentu ada, dokter ngga ada, nakes ngga ada, pengukur saturasi Oksigen tidak ada,” sebut Menko Luhut.

Dengan kondisi tersebut, dia meminta kepada masyarakat melalui media untuk mematuhi anjuran pemerintah tersebut.

“Jadi saya titip bapak-ibu sekalian mematuhi itu semua. Dan saya mohon teman-teman media sampaikan kepada saudara-saudara kita yang lain. Ikutilah program itu dan Pemda saya minta untuk disiapin kerangka yang benar karena dananya ada,” lanjut Menko Luhut.

Selain itu, dia juga mengajak masyarakat untuk divaksin. “Nah orang yang meninggal itu rata-rata tidak divaksin. Saya ulangi, rata-rata yang meninggal itu orang yang tidak divaksin. Jadi kalau divaksin tetap kena,  rata-rata dia mild atau tidak parah (gejalanya),” sebutkan.

Karenanya, Menko Luhut menganjurkan semua masyarakat untuk vaksin.

“Sekarang sudah 80 juta vaksin yang disuntikkan dan Pak Budi (Menkes) sudah menyampaikan bahwa vaksin kita ndak ada masalah,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Menko Luhut dan Menkes Budi Gunadi Sadikin mengunjungi beberapa fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter) dan sentra vaksinasi di kawasan Kota Malang dan Kota Batuyang juga didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi fasilitas isoter di Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Malang, RS Lapangan Jalan Ijen, dan Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPI) Kota Batu.

Selain itu, rombongan juga mengunjungi sentra-sentra vaksinasi di Poltekes Kota Malang dan Puskesmas Junrejo Dadaprejo Kota Batu.

Agenda terakhir Menko Luhut dalam kunjungan di Kota Batu dan Malang ini adalah Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Malang Raya yang diikuti oleh Gubernur Jawa Timur, Walikota Malang, Walikota Batu, Kapolda Jatim, Danrem 83 Kota Malang, serta perwakilan dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Dalam rakor tersebut dibahas mengenai permasalahan pelacakan (tracing), penyiapan fasilitas isoter dan vaksinasi.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful