Memperkuat Kebhinnekaan Melalui Dialog Lintas Agama

Suasana dialog lintas agama dengan tema Building Inter ReligiousFraternity and Community as The People of God. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Kamis (17/1/2019) suaraindonesia-news.com – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jember menyelenggarakan Dialog Antar Lintas Agama untuk memperkuat kebhinnekaan Indonesia, Rabu (16/1/2019) malam.

Dialog yang berlangsung di SMAK Santo Paulus Jember tersebut menghadirkan narasumber di antaranya Father Prof. Leo D. Levebure SJ, seorang professor teologi dari Universitas Georgetown Washington DC Amerika Serikat dan Dr. KH. Hodrie Ariev Pimpinan Seni Kebhinnekaan dari Desa Karangharjo, Silo Jember.

Dialog dibuka langsung oleh Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arif. Dalam sambutannya, Wabup Jember menyebut dialog ini sebagai langkah memperkuat kebhinnekaan.

“Ini menjadi sangat penting karena pada akhir-akhir ini nampaknya kebhinnekaan ini mengalami ujian karena ada kelompok-kelompok kecil yang merasa tidak nyaman dengan kebhinnekaan itu. Upaya-upaya untuk memecah belah itu banyak terjadi. Saya berharap semangat untuk menjaga keberagaman terkhusus keberagaman agama tidak hanya tingkat tokoh namun juga menyebar kepada jamaah,” terang Wabup Jember, Muqit.

Wabup Jember memberikan sambutan sekaligus membuka dialog. (Foto: Guntur Rahmatullah)

Kepala Sekolah Santo Paulus Romo Antonius mengaku sangat senang, dialog ini merupakan wujud dari keindahan Indonesia yang beragam.

“Kita melihat disini, keindahan Indonesia yang beragam, yang membahagiakan kami sebagai panitia penyelenggara. Ternyata, Kenyataannya di Jember ini, yang berbeda itu bisa disatukan. Jangan sampai Jember itu diobrak-abrik oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan perpecahan untuk kepentingan mereka sendiri,” terang Romo Antonius.

Dia berharap dialog yang disebutnya sebagai langkah kecil itu bisa mewujudkan kontribusi besar bagi Indonesia, yaitu persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita perlu membangun persaudaraan dan komunitas dari keragaman, sehingga kita membuktikan dari Jember ini sebuah upaya untuk mewujudkan kesatuan, keragaman, keindahan, kebhinekaan tunggal ika,” ungkapnya.

Antonius mengatakan, target dari acara ini adalah menggali informasi ilmu pengetahuan dari pastur dan kyai yang ahli dalam dialog lintas agama. Informasi tentang cara terbaik untuk merajut kebhinekaan sehingga menghasilkan tenunan keindahan keragaman.

Ketua DPP Paroki St. Yusup Jember Agustinus Dwijatmoko menyampaikan, Gereja Katolik ingin juga berperan dalam membangun keberagaman, khususnya di Kabupaten Jember.

“Mari kita rajut kebersamaan. Kita jaga kebhinekaan ini, agar damai sejahtera terwujud khususnya di Jember,” ujarnya.

Dwijatmoko mengibaratkan keberagaman dengan gamelan. Jika ditabuh bersama, gamelan akan menghasilkan suatu instrumen yang terdengar indah dengan bermacam ragam.

“Demikian juga dengan keberagaman ini. Mari saling berharmoni untuk membangun sesuatu hal yang sangat menyatukan masyarakat dengan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor :Mariska
Publisher :Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here