Masuk Musim Tanam, Pupuk Subsidi Langka

oleh -46 views

ACEH TIMUR, Sabtu (16/11/2019) suaraindonesia-news.com – Pupuk subsidi sejak sebulan terakhir di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur langka di pasaran, hal ini membuat petani kurang mampu menjerit.

Langkanya pupuk jenis urea subsidi dan NPK Phonska membuat petani mengeluh dan menjerit karena saat ini sudah memasuki musim tanam padi, petani terpaksa menggunakan pupuk non subsidi yang harganya mahal dan memberatkan petani.

Rustam ketua kelompok tani di Kecamatan Madat, Aceh Timur saat dihubungi media, Jumat (15/11/2019) mengatakan, harga pupuk urea subsidi dalam seminggu terakhir dijual pada kios pengecer di atas Harga Eceran Tetap (HET).

“Pupuk Urea subsidi dijual di kios pengecer Rp 150 ribu, sedangkan NPK Phonska Rp 160 ribu, namun sulit didapatkan, jikapun ada hanya bisa ditemukan pada kios-kios tertentu, Itupun hanya dijual secara enceran, kalau kita mau beli satu sak atau lebih tidak ada barang, kami sangat berharap pada pemerintah untuk segera mencari solusi terkait masalah ini,” harap Rustam.

Khususnya wilayah Madat, tambahnya, pupuk subsidi biasa digunakan petani jenis urea dan NPK Phonska merah, jenis pupuk ini sulit ditemukan, apalagi dalam jumlah besar.

“Saat ini petani diwilayah kami sudah menabur benih, mungkin 15 hari lagi sudah memasuki musim tanam. Nah pada saat musim tanam pupuk subsidi selalu langka,” ujarnya kesal.

Menurutnya, pihaknya tidak mungkin tidak membeli pupuk, sementara tanaman padi sangat dibutuh pemupukan.

“Iya mau tidak mau terpaksa beli pupuk non subsidi harganya mencapai 280 ribu hingga 300 ribu, ini pengakuan petani, saat dimintai faktur harga tidak mau diberikan,” ungkapnya.

Sementara di Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara seorang tokoh petani Sulaiman saat dihubungi wartawan mengatakan, pupuk subsidi saat ini juga sulit diperoleh, padahal saat ini petani sangat membutuhkan pupuk, karena sudah memasuki musim tanam padi.

“Kami petani tidak mengerti bagaimana dan berapa stok pupuk yang disalurkan oleh pemerintah atau dinas pertanian kepada distributor, yang penting kami bisa membeli pupuk di pasaran atau di kios-kios,” ujarnya.

Petani di Jambo Aye terpaksa harus membeli pupuk non subsidi jenis NPK Phoska harganya per karung Rp 200 hingga Rp 250 ribu per karung.

“Karena masa musim tanam padi tiba. Iya mau tidak mau terpaksa harus dibeli karena sangat dibutuhkan. Kalau pun ada dan di dapatkan hanya di kios tertentu, itupun hanya dijual per kilo gram,” ujarnya.

Penelusuran media dalam dua minggu terakhir dari Kecamatan Tanah Jambo Aye Kab. Aceh Utara hingga wilayah Kecamatan Madat, Pante Bidari, Simpang Ulim dan Julok Kab Aceh Timur, pupuk subsidi jenis urea mulai kosong, bahkan langka di pasaran.

Menurut seorang pedagang, pupuk di Kecamatan Madat Kab. Aceh Timur, pupuk subsidi terakhir kali dikirimkan distributor untuknya pada bulan September.

“Pupuk subsidi tidak ada bang, sudah 2 minggu tidak masuk, terakhir kali masuk ke tempat kami pada bulan September, dikirimkan oleh distributor, itupun pun diberikan bervariasi, buat saya hanya 10 sak, untuk tempat lain paling diberikan 20 sak,” ujar seorang pedagang pupuk yang tidak mau disebut namanya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak tahu kapan dikirim lagi pupuk subsidi, mungkin saja pada awal bulan Januari.

“Kalau pupuk non subsidi jenis urea PUSRI ada, harga Rp 300 ribu per sak,” tukasnya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *