Maksimalkan Pendidikan, Disdikbud Sulbar Butuh Data Real GTT Dan PTT

oleh
Raker Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, di Mamasa Sulawesi Barat.

MAMASA, Jumat (05/04/2019) suaraindonesia-news.com – Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat dalam menyelesaikan segala persoalan pendidikan di tiap-tiap Kabupaten sangat ditunjang oleh data yang real baik data valid Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) maap sarana dan prasarana.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Arifuddin saat menggelar Rapat Kerja (Raker) bidang pendidikan tingkat SMA/SMK di Aula Smansa Negeri 1 Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (05/4) siang tadi.

Menurut Arifuddin, terwujudnya sumber daya manusia yang handal di Sulawesi Barat secara umum itu tidak terlepas dari pendidikan, namun kata dia jika bicara masalah pendidikan tidak akanada habisnya.

“Olehnya itu pada kegiatan ini kami menghadirkan semua Kepala Sekolah tingkat SMA, SMK dan pengawas di lingkup Disdikbud Sulbar guna menyelesaikan berbagai macam persoalan pendidikan, baik data valid mengenai GTT dan PTT serta sarana dan prasarana sekolah,” Terang Arifuddin di Aula Smansa Mamasa.

Mulalui kegiatan itu pihaknya berharap dapat mengetahui berapa jumlah tenga pendidik yang dibutuhkan untuk daerah Kabupaten Mamasa tingkat SMA/SMK.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendapatkan data yang valid terkait dengan kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah yang ada di Kabupaten Mamasa,” katanya.

Lanjut Arifuddin mengatakan, penting kegiatan ini dilaksanakan di masing-masing Kabupaten dengan tujuan untuk mendengar laporan terkait kendala-kendala yang dialami sebelumnya.

“Kami juga suda tinjau langsung beberapa sekolah yang ada di sekitar Mamasa, termasuk SMK Sesena Padang kami sudah tinjau langsung dan ternyata disana sangat membantuhkan talud,” katanya.

Pihaknya mengaku, dibeberapa Sekolah SMK mendapatkan kondisi fisik yang terancam akibat kondisi alam sehingga rawan terjadinya longsor, kata dia itu karena saat pembangunan tidak diperhitungkan sedemikian rupa.

“Sehingga kedepan perencanaan kita perlu sesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” tuturnya.

Pihaknya sangat berharap kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK untuk membangun komunikasi dan sinergitas yang baik agar kedepan segala perencanaan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

“Jadi segala masalah yang terjadi kami harap disampaikan kepada kami baik iti bangunan maupun pelayanan, untuk dibuatkan perencanaan sesuai dengan dasar kebutuhannya,” pungkasnya.

Reporter : Bung Wahyu
Editor : Agira
Publiser : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *