Lumajang Positif Corona, Masyarakat Diminta Waspada Dan Tidak Panik

oleh -202 views
Kapolres didampingi Forkopimda saat rilis di kantor Bupati.

LUMAJANG, Jumat (27/3/2020) suaraindonesia-news.com – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Toriq), sampaikan kalau Lumajang positif Corona Virus Desease 19 (Covid-19) satu orang. Yang mana, menurut Cak Toriq, sebelumnya pasien ini yang dinyatakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bersama 5 orang PDP dan 3 Orang Dalam Pantauan (ODP) lainnya.

“Pasien ini atas nama AS (55) jenis kelamIn laki, warga Kecamatan Kedungjajang,” katanya kepada sejumlah media, malam ini di lobi kantor Bupati Lumajang.

Orang yang positif Covid-19, kata politisi PKB ini sebelumnya melaksanakan ibadah umroh yang pulang pada 10 Maret lalu. Dan masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto pada tanggal 20 Maret lalu.

“Dan saat ini pasien positif ada di ruang isolasi RSUD dr Haryoto. Kondisinya stabil dan sehat. Kami akan inten dengan pasien Covid-19 ini,” ungkapnya.

Disampaikan pula oleh Bupati Lumajang, bahwa AS dinyatakan PDP usai dirinya menjalankan ibadah umroh dengan menggunakan travel dari Kabupaten Lumajang. Dan dalam satu rombongan berjumlah 80 orang jamaah.

“Kami telah mengambil langkah-langkah dengan menghubungi kontak terdekat untuk melakukan tes dari pembagian rapid tes sudah ada itu,” katanya lagi.

Kemungkinan dirujuk, menurut Cak Toriq, masih menunggu koordinasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Lumajang, menurutnya, telah melakukan isolasi pasien Covid-19 sama seperti rumah sakit lain.

Selanjutnya kata Cak Toriq, akan mengambil langkah dimulai dari lingkungan keluarga, siapa yang berkunjung, siapa yang berziarah sepulang dari umroh.

“Yang jelas melakukan isolasi kepada beberapa keluarga terdekat. Isolasi bisa dilakukan secara mandiri atau menurut aturan lainnya,” paparnya.

Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar, ketika diminta menjelaskan terkait adanya pasien positif, pihaknya segera membuat peraturan untuk larangan berkumpul dalam jumlah besar. Dan jika ada warga masyarakat yang tidak patuh atau tidak tunduk akan disanksi.

Kapolres, juga mengatakan kalau masih banyak masyarakat yang belum awas, belum peduli.

“Tadi siang saja ada sejumlah warga yang lepas merpati, tidak melakukan social distancing, membatasi gerak, mengisolasi secara mandiri, dan ada juga masyarakat yang melakukan kebut-kebutan,” ujarnya.

Mari secara bersama-sama, saling ingatkan kepada masyarakat lainnya. Mantan Kapolresta Blitas ini akan mengambil sikap tegas sesuai perintah dari Kapolri.

“Kami akan melakukan physical distancing, untuk wilayah terdampak, bersama dengan TNI. Dimulai dari RT/RW, yang ditetapkan wilayah social distancing,” ungkapnya.

Teguran, hingga sanksi tegas yaitu pidana, kata AKBP Adewira akan diterapkan. Ini adalah sebuah kepedulian kita demi semuanya, untuk membatasi diri dari orang orang lain. Batasi dengan berkerumun.

“Jika terkait dengan perekonomian, butuh kebijakan pemerintah pusat. Mari batasi diri kita sejak hari ini. Polri tidak bisa membatasi aktivitas yang sangat vital,” pungkasnya.

Setelah giat rilis di kantor Bupati Lumajang, Kapolres langsung melaksanakan physical distancing di perumahan Grand Kartika Kecamatan Sukodono, yang berdekatan dengan Kecamatan Kedungjajang, asal pasien positif tersebut.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *