‘Lumajang Biyen’ Serap APBD Rp. 75 Juta, Bukan Rp. 400 Juta

oleh
Kabag LPBJ Setda Lumajang, Cipto Sujarwo, saat diwawancarai sejumlah media.

LUMAJANG, Jumat (7/2/2020) suaraindonesia-news.com – Hasil penelusuran dan konfirmasi ke Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setda Lumajang, disebutkan, anggaran untuk event “Lumajang Biyen” di Kecamatan Gucialit, beberapa waktu lalu ternyata menggunakan APBD tahun 2019 dan masuk di Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sebesar Rp. 75 jutaan dan Rp. 20 jutanya untuk media elektronik.

Hal ini dibenarkan oleh Kabag LPBJ Setda Lumajang, Cipto Sujarwo, S.Sos, S.Pd kepada sejumlah media, diruang kerjanya kemarin.

“Event “Lumajang Biyen” 2019 itu masuk SPSE, kalau masuk di SPSE berarti menggunakan anggaran APBD,” katanya kepada wartawan.

Masih kata Cipto, pada event “Lumajang Biyen” ada 3 kode RUP, diantaranya untuk pengadaan sewa perlengkapan dan peralatan pada kegiatan penyelenggaraan kesenian “Lumajang Biyen” dengan pagu anggaran Rp. 36 juta.

“Yang kedua yaitu pengadaan belanja dekorasi, properti penyelenggaraan kesenian “Lumajang Biyen” Rp. 18 juta. Dan ketiga adalah pengadaan belanja media elektronik dalam rangka promosi “Lumajang Biyen” sebesar Rp. 20 juta,” bebernya.

Soal media elektronik apa saja yang diajak mempublikasikan event tersebut, pihaknya tidak sampai ke arah sana.

“Yang tahu ya….OPD bersangkutan. Nggak muncul di sini. Muncul di OPD bersangkutan,” imbuh Cipto.

Hal ini sangat berbeda dengan pernyataan Ghofur (mantan bagian sekretariat pejabat pengadaan) dan Bambang, Kadisparekraf Kabupaten Lumajang.

Yang sempat diberitakan sebelumnya, Ghofur menyampaikan anggaran untuk event “Lumajang Biyen” tidak masuk SPSE/LPSE. Padahal menurutnya anggarannya Rp. 400 juta (Rp 200 juta untuk pihak Event Organizer, dan Rp 200 juta untuk sewa peralatan).

Sementara menurut Bambang tidak masuk SPSE, karena event tersebut murni sponsorship.

Di SPSE, ternyata muncul data bahwa event “Lumajang Biyen” 2019 berasal dari APBD 2019. Namun, besarannya tidak seperti yang dimunculkan Ghofur sebesar Rp. 400 juta.

Semoga dengan pemberitaan ini bisa dipahami semua pihak.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *