SUMENEP, Rabu (4/3) suaraindonesia-news.com – Luas tanam padi di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, sepanjang tahun 2025 dilaporkan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif dalam penguatan ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa target luas tambah tanam (LTT) padi yang dibebankan kementerian kepada pemerintah daerah sebesar 25.000 hektare. Namun, realisasinya mencapai 36.580 hektare.
“Alhamdulillah, berkat semangat semua pihak, realisasi tanam padi dapat melampaui target hingga lebih dari 36 ribu hektare,” kata Chainur Rasyid, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, peningkatan luas tanam tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, serta jajaran DKPP di seluruh kecamatan. Ia menyebutkan, peningkatan terjadi merata baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Chainur, yang akrab disapa Inung, menilai Kabupaten Sumenep memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman pangan, khususnya padi. Potensi tersebut didukung langkah strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembentukan brigade pangan di sejumlah kecamatan, seperti Saronggi, Guluk-Guluk, dan Lenteng. Selain itu, petani juga menyesuaikan pola tanam dengan kondisi lahan dan ketersediaan air.
“Petani menyesuaikan dengan kondisi lahan dan kecukupan air. Jadi, ada yang tetap menanam padi, ada juga yang beralih ke jagung pada musim tanam kedua,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, DKPP Sumenep optimistis kontribusi daerah terhadap swasembada pangan nasional akan semakin menguat.
“Kami optimistis kontribusi daerah terhadap swasembada pangan nasional semakin menguat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal,” terangnya.












