LPG Bocor, Nyaris Membakar Tiga Siswa yang Antri Makan Bakso - Suara Indonesia
Peristiwa

LPG Bocor, Nyaris Membakar Tiga Siswa yang Antri Makan Bakso

Avatar of admin
×

LPG Bocor, Nyaris Membakar Tiga Siswa yang Antri Makan Bakso

Sebarkan artikel ini
IMG 20171012 165520
Foto: Tiga Siswa yang di Rawat di RS Karsa Husada Kota Batu

KOTA BATU, Kamis (12/10/2017) suaraindonesia-nesw.com – Kantin lantai dasar SDN Nganglik 01 Kota Batu, Kamis (12/10/2017) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB nyaris terbakar, Beruntung dari kejadian yang berawal dari tabung LPG 3kg yang bocor dan kemudian mengenai kompor disalah satu penjual makanan itu bisa dipadamkan dengan peralatan seadanya.

Namun dari kejadian pada saat jam istirahat pertama itu, setidaknya ada tiga siswa terluka dan satu orang penjaga kantin mengalami luka bakar pada bagian kaki.

Tiga siswa yang terluka kini sedang menjalani perawatan di Unit Gawat Darurat Rumas Sakit Karsa Husada Batu, sedang Hari penjaga kantin hanya menjalani rawat jalan.

Helmina Maulidiyah salah seorang Guru SDN Nganglik 01 Kota Batu mengatakan kejadian di kantin SD yang nyaris terbakar itu karena disebabkan adanya salah satu LPG 3 kg yang bocor, karena tersulut api, menyebabkan kebakaran, namun saat itu api bisa dipadamkan dalam waktu singkat.

“Namun demikian, ada siswa yang terluka yaitu Citra Permata kelas IV luka bakar tangan, Deva kelas IV luka bakar tangan, dan Cindy Tanari kelas VI luka bakar pada kaki kiri, mereka saat itu sedang antri beli bakso di Kantin lantai dasar,” kata Helmina yang juga diamini oleh guru lainnya saat ditemui di ruang Guru SDN Nganglik 01, Kamis (12/10) siang.

Menurutnya, sebelum kejadian itu terjadi, salah satu petugas jaga kantin sudah mencium bau yang kurang sedap, pejaga mengetahui jika ada LPG yang bocor, namun sumber bau yang menyengat itu tidak diketahui, hingga akhirnya kompor dinyalakan dan membakar sbagian ruangan.

“Itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat jam istirahat pertama sekolah kelas IV & VI dan beberapa siswa sebagian menuju kantin di lantai satu dan lantai dua, namun yang mengalami musibah ada di lantai dasar,” jelas Helmina.

Lantai satu yang jual makanan berat itu kata dia menjual Nasi goreng , jualan tempe goreng, dan bakso, waktu kejadian itu tidak seramai karena yang istirahat hanya dua kelas.

“Bila ramai mungkin saja korbannya banyak,” ungkap Helmina yang juga Wali Kelas V SDN Ngaglik 01.

Atas peristiwa itu, Helmina meminta kepada pemerintah, LPG ukuran 3kg yang dipasarkan secara bebas itu diberi pengaman dan tanggal kadaluwarsa penggunaanya.

“Karena sekarang ini gara-gara LPG bocor banyak menyebabkan kebakaran dan merugikan masyarakat, Pemerintah harus mengevaluasi kembali LPG 3 kg itu, sehingga dengan evaluasi itu selanjutnya masyarakat bisa menggunakan LPG dengan aman dan selamat,” pungkasnya. (Adi Wiyono)