Lagi, 4 Pelaku Sindikat Akun Ojol Fiktif Dibekuk Tim Jogoboyo Jatanras Polda Jatim

oleh -179 views
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan bersama Anggota DPR RI Komisi III, Arteria Dahlan didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangie dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jatim, Kamis (5/3/2020).

SURABAYA, Kamis (5/3/2020) suaraindonesia-news.com – Tim Jogoboyo Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Jatim berhasil membekuk empat orang tersangka baru kasus manipulator aplikasi ojek online ‘Gojek’ guna meraup untung melalui orderan fiktif.

Diantaranya, 2 warga Malang yaitu Ruslan Setiawan (37) dan Fakhri Setya Perdana (19), Nur Fatoni (27) warga Nganjuk dan M Nurudin (35) warga Semarang. Mereka merupakan anggota lain sindikat manipulator aplikasi Gojek yang berjejaring dengan dua orang pelaku sebelumnya yang sudah dibekuk polisi, yakni M Zaini dan Nafis Suhandak.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, Setelah dilakukan pendalaman terhadap keempat tersangka baru, ternyata ditemukan sekitar 72 Ribu SIM Card dari empat provider seluler yang digunakan oleh para pelaku dalam menjalankan praktiknya. Dan semua SIM Card tersebut telah teregistrasi secara ilegal menggunakan sebuah perangkat keras (Hardware) bernama Modem Pool yang dibeli sindikat tersebut melalui situs belanja online.

“Kami akan kerja sama dan minta perhatian khusus dari Komisi III DPR RI untuk betul mengawasi nantinya, karena ini membahayakan,” katanya didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Pitra Ratulangie dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. di Lobby Gedung Tri Brata Mapolda Jatim, Kamis (5/3/2020).

Diungkapkannya, Bahwa keempat pelaku memiliki peran berbeda dalam praktik manipulator Gojek. Nur Fatoni (27) dan M Nurudin (35) berperan dalam meregistrasi ratusan SIM Card dari berbagai provider secara ilegal menggunakan alat modem pool. Sementara pelaku Ruslan Setiawan berperan sebagai penyedia akun driver fiktif. Dan, Fakhri Setya Perdana berperan sebagai penjual akun resto dalam aplikasi Gojek.

“Pakai alat dia, nanti diperagakan. Ada perannya masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Dihadapan petugas dan wartawan, salah satu tersangka mengatakan Bahwa alat yang digunakan untuk meregistrasikan data kependudukan didapatkan dengan membeli dari temannya.

“Saya membeli alat alat dari aplikasi online shop, untuk data kependudukan kami gunakan untuk login awal saja. Saya beli dari teman,” aku salah satu tersangka.

Ditambahkannya, Sejumlah barang bukti, Kini tersangka dan barang bukti berupa ribuan SIM card, puluhan handphone dari berbagai merk, dan belasan buku tabungan Bank BCA beserta 6 buah ATM BCA dan tiga buah charger HP telah diamankan di Polda Jatim.

“Perbuatan para pelaku dikenakan dengan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP dengan hukuman pidana selama 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Praktik manipulasi yang dijalankan sindikat ini telah berlangsung kurun waktu tujuh bulan, sejak Agustus 2019 silam.

Modusnya memanfaatkan 8.850 SIM card terdiri dari empat provider, yaitu Telkomsel, Axis, Indosat dan XL yang telah teregistrasi untuk merekayasa orderan makanan atau jasa antar (order fiktif) menggunakan 41 akun driver, 30 akun pemilik restoran dan puluhan akun customer. Akibatnya, Pihak Gojek dirugikan mencapai Rp 400 juta.

Dan atas keberhasilan ungkap manipulasi akun driver GoJek fiktif ini, Anggota DPR RI Komisi III, Arteria Dahlan mengapresiasi Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Reporter : Addy/Agus DC
Editor : Amin
Publiser : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *