Kuasa Hukum Korban Tragedi Pasar Kliwon, Dorong Polri Jerat Tersangka Dengan UU Pemberantasan Tipiter

oleh -281 views
Kuasa Hukum Korban, Anwar Mohammad Aris, S.H., saat diwawancara awak media. (Foto: Anam/SI).

SURAKARTA, Rabu (12/08/2020) suaraindonesia-news.com – Polisi baru menangkap 5 pelaku pengeroyokan, pengerusakan, penganiayaan yang dilakukan terhadap tuan rumah, Habib Umar Asegaf dan tamu pada acara Midodareni di Mertodranan, Pasar Kliwon, Surakarta pada Minggu 8 Agustus 2020.

Penangkapan ini dirilis Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ahmad Luthfi di Mapolresta Surakarta, Selasa 11 Agustus 2020.

Luthfi menyebutkan dari 5 orang, berinisial BD, ML, RN, MM dan MS. 4 orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 170 KUHP dan 160 KUHP serta Pasal 335 KUHP JO Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP Tentang Kekerasan Terhadap Orang di Muka Umum.

Kuasa Hukum Korban, Anwar Mohammad Aris, S.H., mengapresiasi kerja Anggota Polri dari tim gabungan Satreskrim Mapolresta Surakarta, Ditkrimum Polda Jateng dan Bareskrim Mabes Polri.

“Dalam kerusuhan yang patut diduga diciptakan kaum intoleran jihadis di Pasar Kliwon Solo itu, Kerja Polri patut diapresiasi, untuk kemudian ditingkatkan!,” Kata Anwar.

Anwar menambahkan, bahwa pemufakatan jahat bila merujuk kejadian dilapangan sarat dengan persiapan dan perencanaan yang matang dan solid.

“Temuan kami, menunjukkan belum pernah ada dalam sejarah pengerahan masa kriminal yang seragam, yaitu para pelaku semua bercelana cingkrang, berteriak-teriak ‘bunuh-bunuh, Allahu Akbar, halal darah kalian’ yang dilakukan tanpa pemufakatan jahat, tanpa persiapan matang. Apalagi yang diserang adalah sebuah keluarga dan para tamu undangan yang meritualkan Midodareni (ritual pranikah) putrinya yang sedianya menikah keesokan harinya,” katanya.

Anwar mendorong Polisi agar tak segan dan berani menjerat, memidana para pelaku terutama orang-orang yang menjadi dalang kejahatan ini dengan Undang Undang no. 5 Tahun 2018 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Jelas! Aroma gerakan terorisme kental dalam tragedi yang menimpa klien saya di Pasar Kliwon Surakarta itu. Provokasi terjadi begitu instan, cepat dan sengaja merusak objek yang efektif menularkan kepanikan hebat. Mobil-mobil dipecah-pecah kacanya yang pasti memunculkan suara horor dan memastikan kelumpuhan. Klien saya dan anaknya yang 15 tahun dihantam batu hingga robek dan pendarahan serius. Ini semua niscaya dirumuskan dengan detil dan pasti dilakukan orang-orang terlatih. Apalagi di Solo terkenal basis para radikal jihadis. Beruntung aparat Mapolresta Surakarta cepat datang ke lokasi, meski Kapolrestanya kena hantam para radikal itu,” tambah Anwar.

Anwar Mohammad Aris, SH menjelaskan bahwa dirinya siap bekerja sama dengan seluruh jajaran yang berwenang di struktur Polri, terutama BNPT dan Densus 88 untuk mengidentifikasi dalang gerombolan intoleran yang anti budaya Jawa berjuluk Midodareni itu.

“Itu memang khusus pekerjaan mereka, mereka ahlinya dan diperuntukkan oleh Negara membasmi teroris,” jelasnya.

Anwar menyebut Indonesia selain Negara Hukum, sebenarnya bisa disebut Negara Budaya, dan Solo adalah salah satu sentra adat Jawa. Sementara gerombolan anti budaya bisa leluasa berkeliaran menebar teror.

“Bila dalang kerusuhan Pasar Kliwon pada 8 Agustus tidak tertangkap, bila mereka kaum cingkrang terus-terusan menebar teror, bukan hanya klien saya yang tak mendapat keadilan, tapi Negara ini juga terancam lemah,” pungkasnya.

Reporter : Anam
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *