Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Sedikitnya ada 30 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat Kepala sekolah (Kasek) di Lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Dikpora) kota Batu, tahun 2015 ini diganti, Bukan lantaran mereka berurusan dengan kasus hukum tetapi mereka diganti lantaran yang bersangkutan sudah memasuki masa pensiun.
Mayoritas mereka menjabat Kepala SDNegeri, namun demikian ada diantara mereka yang menjabat Kepala sekolah di SMP dan SMKN, Sementara yang Di SMKN yakni Imam Qozali Kasek SMKN 02 Batu dan Suprayitno Kasek SMKN 01 Kota Batu.
Agus Hariyono Pengawas SMA Dikpora kota Batu membenarkan jika ada sebagian kepala sekolah diganti lantaran yang bersangkutan memasuki masa pensun.”Karena Kepala sekolahnya memasuki masa pensiun akhirnya saya ditunjuk diberi amanah Oleh Dinas Pendidikan menjadi Pejabat pelaksana sementara (Pjs) di SMKN 01 mengantikan Pak Prayitno” Kata Agus kepada suara indonesia.
Hal senada diungkapkan Mistin, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga (Dikpora) Kota Batu menegaskan, hingga akhir tahun 2015, sekitar 30 kepala sekolah Batu memasuki masa pansiun. Mayoritas adalah guru SD
Karena banyak yang pensiun, kata Mantan Kasek SMAN 02 Batu ini, Puluhan guru akan dipromosikan untuk menerima tambahan pekerjaan sebagai kepala sekolah termasuk Agus Hariyono yang sekarang merangkap jabatan menjadi Pjs SMKN 01 Batu.
Karena banyak kepala sekolah dan guru yang pansiun. Kata dia, Pemerintah harus segera mengangkat kepala sekolah baru dengan harapan agar proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu. Dan selanjutnya juga mengangkat guru yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Ditanya soal kreteria menjadi kepala sekolah, Mistin menyebut orangnya harus memiliki keahlian khusus dan pengetahuan yang luas tentang dunia pendidikan.
Yang menjadi persoalan. Menurut dia Untuk mengangkat guru PNS harus berkordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kota Batu.
“Masalah ini sudah kita sampaikan pada BKD. Untuk membuka pendaftaran CPNS, namun kita masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” Pungkasnya. (Adi Wiyono).












