Korupsi Proyek Monumen Islam Samudra Pasai, Kejari Aceh Utara Tetapkan 5 Tersangka

oleh -671 views
Foto: Kajari Aceh Utara Diah Ayu Hartati saat konfrensi pers menyampaikan perkembangan kasus korupsi proyek Monumen Islam Samudra Pasai.

ACEH UTARA, Minggu (08/08/2021) suaraindonesia-news.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara berhasil ungkap korupsi berjamaah pada proyek pembangunan monumen Islam Samudera Pasai, kasus tindak pidana korupsi ini melibatkan rekanan dan abdi negara pada Dinas Pariwisata dan Olah Raga (Disparpora) Aceh Utara dengan indikasi kerugian negara milyaran rupiah.

Proyek Pembangunan Monumen Islam Samudera Pasai ini dengan sumber APBN dengan pagu Rp 49 Milyar lebih tahun 2012-2017 yang dikerjakan secara bertahap beberapa rekanan, diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, akibatnya kualitas bangunan rawan runtuh, atap sudah bocor serta lantai keramik dikerjakan asal-asalan.

Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Kejari Aceh Utara telah menetapkan 5 tersangka yakni F selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir N selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ir P selaku pengawas pada Disparpora Aceh Utara dan dua rekanan masing-masing berinisial R dan T.

Penetapan 5 tersangka disampaikan Kepala Kejari Dr. Diah Ayu Hartati SH, M.Hum dalam konferensi pers, Kamis (5/8).

Diah Ayu menyebutkan, total anggaran yang bersumber dari APBN untuk pembangunan proyek Monumen Islam Samudera Pasai tersebut terhitung dari tahun 2012 hingga 2017 senilai Rp 49.162.787.000 dan proses pengerjaannya secara bertahap dengan melibatkan sejumlah perusahaan.

Pada tahun 2012, awal proyek tersebut dikerjakan PT. PNM dengan angggaran senilai Rp 9,5 Miliar. Kemudian pada tahun 2013 Rp 8,4 Miliar dikerjakan oleh PT. LY, pada tahun 2014 dikerjakan PT. TH dengan anggaran Rp 4,7 Miliar. Selanjutnya tahun 2015 Rp 11 Miliar dikerjakan PT PNM dan tahun 2016 dikerjakan PT TH Rp 9,3 Miliar dan terakhir Rp 5,9 Miliar dikerjakan PT TAP. rincinya.

“Kasus ini dalam penyelidikan pada bulan Mei 2021 dan ditingkatkan statusnya ke penyidikan pada awal Juni 2021. Saat ini kami telah memeriksa saksi-saksi, kemudian ahli, terakhir kami berkoordinasi dengan BPKP terkait perhitungan kerugian negara,” kata Diah Ayu didampingi tim penyidik dan Kasubag Intel, Abdullah.

Lanjutnya, dari hasil penyidikan dan pemeriksaan ke lapangan, pihaknya telah menemukan dugaan penyimpangan atau perbuatan melawan hukum.

“Antara lain proyek ini telah merubah spesifikasi konstruksi bangunan dengan cara adendum menjadi K250. Akan tetapi pada saat kami memeriksa ke lapangan dengan tes Hammer justeru tidak sampai 250, tidak sampai 500, bahkan di bawah 200 atau lebih tepatnya 140, 120 untuk menopang tower setinggi 71 meter,” beber Kajari.

Pihaknya perihatin dengan kondisi proyek semegah itu, namun pondasinya sangat lemah dan menurutnya hal ini sangat membahayakan apabila terjadi gempa, bahkan gempa kecil sekalipun.

“Pada saat kami di lapangan, kami melihat sudah retak, bangunannya geser. Begitu juga dengan pekerjaan tanah telah terjadi pergeseran. Pengerjaan tanah yang harusnya 12.800 meter kubik hanya 3000 meter kubik dan ini sangat mengkhawatirkan untuk keselamatan, kemudian lagi adendum tentang perubahan desain,” ucapnya lagi.

Banyak poin dugaan penyimpangan, sehingga kasus tersebut telah memenuhi unsur dugaan korupsi dengan sengaja yang memperkaya diri sendiri dan orang lain.

“Kami sambil terus berkoordinasi dengan BPKP terkait auditing kerugian negara. Tetapi dari ahli konstruksi, penjumlahan volume-volume pekerjaan itu untuk sementara kerugian negara Rp 20 Miliar,” tuturnya.

Kasus tersebut, telah dikoordinasikan dengan atasannya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dan kini menjadi perhatian serius sehingga Kajati meminta untuk sementara waktu ditutup akses pengunjung ke monumen Islam Samudera Pasai itu.

“Kita sedang berkoodinasi dengan Pemda untuk sementara waktu menutup akses pengunjung ke Monumen Islam Samudera Pasai itu karena sangat membahayakan bagi pengunjung dengan kondisi yang terjadi saat ini,” pungkasnya.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *