Koperasi Wajib Sejahterakan Anggotanya

Afu - Sekretaris KOMunitas Pers Independen (KOMPI) Lumajang

Oleh: Afu – Sekretaris KOMunitas Pers Independen (KOMPI) Lumajang

LUMAJANG, Sabtu (25/5/2019) suaraindonesia-news.com – Dari anggota untuk anggota. Ungkapan sederhana tersebut sangat pas untuk menggambarkan kegiatan koperasi. Karena seperti yang kita ketahui, koperasi dihidupkan dari iuran anggotanya, dan pada akhirnya akan menghidupkan anggotanya. Dalam istilah politik kita kenal dengan sebutan demokrasi.

Namun secara kenyataannya, banyak bermunculan koperasi yang membunuh rakyat secara perlahan dengan sistem premanisme. Mulai cara menagih ke nasabah (yang dikatakan sebagai anggota), atau suku bunga yang sangat besar melebihi suku bunga perbankan, bahkan sempat terjadi aksi kekerasan terhadap nasabah yang tidak membayarkan pinjamannya.

Melihat fenomena seperti ini, Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Lumajang terkesan tutup mata dan tidak segera menghentikan atau menutup kegiatan operasional dari lembaga koperasi tersebut.

Padahal menurut bahasa, koperasi dapat diartikan co-operation (koperasi) adalah melakukan pekerjaan secara bersama (gotong-royong).

Namun hal itu sudah luntur, terkesan diabaikan, dan bisa hilang dengan sendirinya.

Secara istilah, pengertian koperasi adalah dadan usaha yang memiliki anggota orang atau badan hukum yang didirikan dengan berlandaskan asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi. Koperasi merupakan produk ekonomi yang kegiatannya menjadi gerakan ekonomi kerakyatan, dan berjalan dengan prinsip gotong-royong.

Koperasi, yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian rakyat, koperasi dianggap perlu (urgent) untuk dibentuk. Namun yang sudah muncul dan beroperasi saat ini, tidak sesuai dengan landasan-landasan yang patut dipertimbangkan untuk sebuah lembaga koperasi.

Jika dipahami, sebenarnya tujuan didirikan koperasi adalah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, dan mandiri atas dasar Pancasila dan UUD 1945.

Dan tujuan koperasi tersebut tertuang dalam UU No. 25 Tahun 1992 tentang kekoperasian, pada BAB II Pasal 3 menyatakan bahwa “Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945”.

Dan saat ini, kegiatan koperasi sudah tidak sesuai dengan tujuannya.

Menurut Bapak Koperasi Nasional, Bang Hatta, koperasi tidak bertujuan mencari laba dengan sebesar-besarnya, menurut beliau tujuan koperasi tidak lain adalah melayani dan mencukupi kebutuhan bersama, serta sebagai wadah partisipasi untuk pelaku ekonomi skala kecil dan menengah.

Nah, itulah penjelelasan tentang pengertian koperasi. Semoga opini ini dapat bermanfaat, dan semoga dapat menjadi sebuah koreksi dari dinas terkait guna menyejahrerakan rakyat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here