Koperasi dan Rentenir Ilegal, Serius Ditutup Pemkab Lumajang

oleh -51 views
Bupati Lumajang saat menyegel salah satu lembaga koperasi ilegal.

LUMAJANG, Rabu (22/4/2020) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang serius tangani dampak ekonomi akibat wabah virus corona (Covid-19). Hal ini terlihat dengan ditutupnya sejumlah lembaga koperasi ilegal atau abal-abal tanpa adanya izin yang dimiliki secara resmi.

Selain menutup sejumlah lembaga koperasi, Pemkab juga akan menertibkan rentenir yang berjalan keliling di masyarakat secara ilegal pula.

“Saya minta para Kepala Desa (Kades) untuk juga memantau di desanya masing masing, melakukan penertiban kepada para rentenir yang keliling secara illegal di masyarakat,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, yang akrab dipanggil Cak Thoriq.

Cak Thoriq juga menyampaikan kalau dirinya bersama dengan Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, lebih dikenal dengan sebutan Bunda Indah Masdar, mendatangi sejumlah lokasi koperasi yang indikasinya tidak mengikuti aturan pengelolaan sejatinya koperasi.

“Bahkan ada juga yang terbukti sebagai kedok untuk melakukan praktek rentenir,” ungkapnya.

Dari hasil sidak tersebut, dikatakan Bupati Lumajang, bahwa ada banyak pelanggaran terhadap beberapa koperasi tersebut, diantara tidak memiliki izin pendirian cabang di Lumajang, tidak melakukan aturan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang harus diselenggarakan setiap tahun, tidak ada struktur pengurus yang di sahkan melalui RAT.

“Malah ada juga yang tidak ada data keanggotaan koperasinya,” bebernya.

Pemerintah telah menutup beberapa koperasi yang tidak mengikuti prosedur aturan, dan akan terus melakukan penelusuran terhadap koperasi yang berdasarkan laporan masyarakat sangat meresahkan.

Hal yang sama juga telah dilakukan oleh LSM LIRA Kabupaten Lumajang, bahwa pihaknya telah ikut mengawasi adanya koperasi ilegal dan juga rentenir ilegal yang masih beroperasi di wilayah Kabupaten Lumajang usai instruksi penutupan oleh Pemkab Lumajang.

Bupati DPD LIRA Kabupaten Lumajang, Angga Dhatu Nagara, menerangkan kalau sebetulnya masih ada koperasi yang beroperasi dimusim wabah pandemi Covid-19 ini dengan sedikit terselubung.

“Kami sudah berikan pengertian kepada pihak koperasi kalau sudah tidak boleh beroperasi lagi, karena sudah ada instruksi Pemkab Lumajang untuk menutupnya,” ungkapnya.

Selain itu, kata Angga, rentenir ilegal juga masih tercium operasinya di sejumlah wilayah. Mereka masih melakukan penagihan terhadap masyarakat yang mempunyai hutang kepadanya dengan sedikit intimidasi, jika tidak membayar akan menyita barang-barangnya.

“Yang jelas kami akan berbuat demi rakyat, namun demikian edukasi terkait tunggakan tetap harus dibayarkan dengan cara menunda cara pembayarannya saja,” pungkasnya.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *