Komunitas dan Masyarakat Gelorakan Pati Cinta Damai

oleh -42 views
Foto: Aliansi Masyarakat Pati Gelorakan Pati Cinta Damai.

PATI, Minggu (16/06) suaraindonesia-news.com – Komunitas dan masyarakat di Kota Pati menggelorakan Gerakan Pati Cinta Damai, di Alun- alun Simpang Lima Pati, Minggu (16/06/24), dengan orasi dan aksi teatrikal.

Komunitas terdiri atas Karang Taruna, Puskom, KPPP, PASS2, PASTI, ORARI, BEM Universitas Safin, Hipakad, Komunitas Semut Ijo, Wong Pati Kidul, Masyarakat Peduli Keadilan, praktisi hukum dan komunitas media, serta lainnya, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Cinta Damai menyuarakan 3 hal, yakni Pati Cinta Damai, Pati Bermartabat, dan Mendorong Penegakan Supremasi Hukum.

Koordinator aksi, Aries mengatakan, gerakan ini dilakukan sebagai upaya mengembalikan martabat Kabupaten Pati dan meneguhkan bahwasanya masyarakat Pati itu cinta damai.

“Ini pesan yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat seluruh Indonesia bahwa memang masyarakat Pati cinta damai dan patuh pada hukum yang ada”, jelas Aries.

Dia berharap, ke depan Pati dalam situasi kondusif dan menjadi lebih baik.

“Apa yang sudah terjadi kita prihatin. Tetapi kita harus move-on dan harus melangkah ke depan, menyongsong Pati yang lebih baik”, tegasnya.

Sebagaimana diketahui, aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas peristiwa yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukolilo, yakni aksi pengeroyokan warga Desa Sumbersoko terhadap pemilik rental asal Jakarta yang hendak mengambil unit kendaraan yang disewa.

Baca Juga: Audiensi dengan DPUTR Pati, PKL Alun-alun Kembangjoyo Minta Pembangunan Fasilitas

Lama tidak dikembalikan sesuai perjanjian, pemilik rental, inisial BH, bersama 3 rekannya berusaha menelusuri dan melacak keberadaan mobil melalui GPS yang terpasang. Didapati mobilnya berada di Desa Sumbersoko.

Tanpa permisi dan tanpa berkoordinasi dengan warga ataupun aparat desa setempat, BH langsung membawa mobil miliknya yang disewa itu, yang sedang terparkir di depan rumah, inisial AG (ditetapkan tersangka), warga setempat.

Aksinya diketahui warga dan mereka diteriaki maling. Spontan ke-empat orang dari Jakarta itu menjadi sasaran amuk. Cidera yang diderita, mengantarkan mereka menuju rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Naas, pemilik rental, BH, akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa kemudian viral di jagad maya, terlebih saat aksi pengeroyokan itu divideokan dan diunggah di media sosial.

Tak ayal, terjadi pro- kontra, hujatan dan cacian dari netizen. Masyarakat Pati sendiri juga mengecam aksi sebagai ‘main hakim sendiri’ itu.

Peristiwa itu telah ditangani dan diproses hukum oleh Polresta Pati. Hingga kini, telah ditetapkan empat orang sebagai tersangka dan puluhan lainnya diperiksa. Kemungkinan tersangka bisa bertambah.

Maka, aksi Pati Cinta Damai oleh komunitas dan elemen masyarakat itu, ‘ending’-nya bertujuan mengembalikan citra dan martabat Kabupaten Pati.

Reporter : Usman
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri

Tinggalkan Balasan