Kejari Kota Probolinggo Musnahkan BB Sabu-Sabu, Ribuan Pil, Ribuan Alat Kosmetik Dan BB Tipidum Lain

oleh -389 views
Foto : Berbagai jenis barang bukti (BB) Tipidum penanganan perkara di Kejari Kota Probolinggo dari awal tahun 2020 hingga pertengahan Juli 2020 dimusnahkan.

PROBOLINGGO, Kamis (16/7/2020) suaraindonesia-news.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Probolinggo, Jawa Timur, musnahkan Barang Bukti (BB) hasil penganan perkara tindak pidana umum (Tipidum) mulai awal tahun 2020 hingga pertengahan Juli 2020.

Barang bukti yang dimusnahkan meliputi perkara yang melanggar; UU No.35 TA 2009 tentang narkotika; UU No.36 TA 2009 tentang kesehatan; UU No.17 TA 2016 tentang perlindungan anak; Pencurian baik itu dengan kekerasan (Begal) maupun pencurian biasa; Penipuan; serta penggelapan dan beberapa perkara lain.

Jenis-jenis BB yang dimusnahkan berupa; Sabu-sabu sebanyak 46,94 gram; Pil Trihexiphenidyl sebanyak 2193 butir; Pil Dextro sebanyak 1221 butir; Pil Yorindo sebanyak 1350 butir; Pil Trihexiphenidyl Holi sebanyak 90 butir; Kosmetik berbagai merk dan berbagi jenis sebanyak 4004 buah; Hand Phone sebanyak 33 Unit; Senjata tajam sebanyak 7 unit; Alat hisap sabu-sabu berupa pipet, alat bong, dan BB beberapa BB lainnya.

Pemusnahan BB tipidum tersebut digelar dihalaman Kantor Kejari Kota Probolinggo di Jalan Mastrip kota setempat, dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, unsur Polres Probolinggo Kota, Pabung Kodim 0820 Probolinggo, PN Kota Probolinggo, dan anggota DPRD setempat, Kamis (16/7/20) siang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Probolinggo, Yeni Puspita, SH.MH menjelaskan, bahwa sesuai data penanganan perkara di Kejari Kota Probolinggo sampai dengan saat ini, kasus yang cukup menonjol adalah kasus tindak pidana penyalah gunaan narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan (Pil) yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Kesehatan yang dijual belikan tanpa resep dokter.

“Dalam hal ini, jual beli obat-obatan harus mempunyai ijin edar. Karena dalam penggunaan itu ada ahlinya yang harus tau. Sehingga kalau dijual sembarangan tanpa ijin dan tanpa ada resep dokter kan bisa membahayakan bagi masyarakat, termasuk kosmetik,” ungkapnya.

Terkait dengan kasus penyalah gunaan dan pengedaran narkotika, lanjut Kajari, walaupun sampai saat ini belum ada bandar narkotika yang kita sidangkan, dan lebih banyak adalah pemakai dan penjual. Namum hal ini merupakan suatu permasalahan yang sangat besar untuk generasi muda di Kota Probolinggo.

“Walaupun jumlah narkotika terbilang sedikit yang dimusnahkan, namun bukan jumlahnya yang menjadi ukuran, tetapi banyaknya anak-anak/generasi muda yang menggunakan dan yang menjadi korban,” kata Kajari.

Menurutnya, dimasa pandemi Covid-19 ini tingkat kejahatan tidak begitu signifikan. Ia sebutkan yang paling dominan adalah narkotika, pencurian dan UU kesehatan.

Kajari Yeni Puspita berharap, untuk kedepannya agar di kota probolinggo tidak terlalu banyak aksi-aksi kejahatan yang bisa membahayakan bagi masyarakat, keamanan dan ketentraman.

“Untuk itu kita mengaharapkan dari pihak-pihak terkait agar bisa bersama-sama untuk bisa melakukan pencegahan-pencegahan terjadinya tindak pidana. Baik tindak pidana umum maupun tindak pidana lainya,” pungkas Yeni Puspita.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *