Kehadiran Pangdivif 2/Kostrad Dalam Rangka Latihan Penyelamatan Pejabat Publik Kota Probolinggo Dari Serangan Teroris Disambut Wali Kota

oleh -94 views
Foto : Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, saat sambut kehadiran Pangdivif 2/Kostrad, Mayjen TNI Andi Muhammad di Kantor kecamatan Mayangan, Jumat (15/10/21) sore.

PROBOLINGGO, Jumat (15/10/2021) suaraindonesia-news.com – Kehadiran Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad dalam rangka latihan penyelamatan pejabat publik Kota Probolinggo dari tawanan teroris disambut oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin di Kantor Kecamatan Mayangan, Jumat (15/10/21) sore.

Kedatangan Pangdivif 2/Kostrad di Kota Probolinggo ini dalam rangka peninjauan pelatihan pemantapan Yonif Para Raider 503/Mayangkara 18 di bawah komando Letkol Inf Roliyanto selama 5 hari di wilayah Kota Probolinggo dan sekitarnya.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin sebelum menyambut kehadiran Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad di Kantor Kecamatan Mayangan, pagi harinya telah berperan sebagai pejabat publik yang diselamatkan oleh pasukan elit infanteri TNI dari serangan teroris di Kantor Wali Kota.

Skenario latihan tersebut dibuat secara rahasia sehingga banyak pegawai di lingkungan pemkot Probolinggo yang terkejut dengan suara tembakan dan kehadiran tentara bersenjata lengkap itu.

Menurut penjelasan Panglima Divif 2/ Kostrad, Mayjen TNI Andi Muhammad, skenario serangan teroris kepada Wali Kota Probolinggo pagi itu, memang menjadi salah satu rangkaian materi latihan, dalam misi pengejaran musuh selama 5 hari. Dan latihan pagi itu adalah latihan hari ke-4.

“Kalau yang terjadi hari ini, yang tadi diceritakan oleh Pak Wali, jadi pembebasan tawanan VIP orang yang istilahnya pejabat publik, kebetulan Pak Wali kita pilih, tadi katanya kaget sedikit, banyak yang tidak tahu,” jelas Mayjen TNI Andi Muhammad.

Setelah meninjau latihan pemantapan, Panglima Divif 2/Kostrad mengaku puas dengan hasil latihan prajurit Batalyon 503.

“Alhamdulillah 4 hari ini anak-anak prajurit saya dari Batalyon 503 ini luar biasa menunjukkan semangat, motivasi dan dedikasinya dan alhamdulillah perjalanannya cukup lancar tertib dan aman,” ungkap perwira tinggi TNI AD itu.

Merespon mengenai kegiatan simulasi penyelamatan wali kota dari serangan teroris, Habib Hadi Zainal Abidin menjelaskan bahwa latihan tersebut adalah sebagai bukti bahwa TNI selalu siap untuk melindungi masyarakat.

“Jadi simulasi tadi itu walaupun kita terkejut, tapi itu adalah bentuk keamanan yang membuktikan memang TNI berada bersama rakyat,” kata Habib Hadi sapaan akrab wali kota Probolinggo ini.

Terkait Kota Probolinggo yang menjadi tempat latihan, menurut Wali Kota bahwa hal ini menyesuaikan dengan desain skenario yang sudah ditetapkan, yakni pengejaran teroris di wilayah perkotaan hingga ke area dermaga.

Setelah latihan menyelamatkan kepala daerah dari tawanan teroris yang saya perankan tadi, besok ada penyelamatan di wilayah area dermaga. Semua itu adalah satu rangkaian latihan yang menguasai semua medan yang ada di wilayah Jawa Timur khususnya di Kota Probolinggo, terang wali kota.

Wali Kota katakan, dengan telah disaksikannya latihan prajurit para raider ini, masyarakat harus bangga dan tidak perlu khawatir, karena TNI akan selalu menjaga kedaulatan NKRI.

“Masyarakat tak perlu khawatir, TNI siap siaga mengamankan, menjaga kedaulatan bangsa ini dan menjaga keamanan rakyatnya. Karena TNI menjadi garda terdepan penyelamat bangsa,” tandas orang nomor satu di kota berjuluk kota seribu taman ini.

Reporter : S.Wijdanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *