Berita

Kasus Curhatan Pedagang Kepada Jokowi, Ini Kata Kabid Humas Polda Jabar

Avatar of admin
×

Kasus Curhatan Pedagang Kepada Jokowi, Ini Kata Kabid Humas Polda Jabar

Sebarkan artikel ini
IMG 20220423 142208
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo (tengah) Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (kanan) saat konferensi pers.

KOTA BOGOR, Sabtu (22/04/2022) suaraindonesia-news.com – Polda Jabar melakukan audit dan investigasi terkait curhatan histeris pedagang yang mewarnai kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Bogor dalam rangka penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo saat Konprensi Pers menyampaikan, sejak permasalahan ini bergulir pihaknya sangat merespon kondisi tersebut, hal ini dibuktikan dengan atensi Kapolda Jabar yang langsung memerintahkan Kapolresta, para PJU, untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kasus-kasus ini baik dari sisi objektivitasnya, sisi normatifnya dan prosedur-prosedurnya.

“Kenapa diperintahkan secara lengkap begini, kita berharap tidak kecolongan dari sisi normatif dan prosedur tersebut untuk menjaga netralitas anggota secara objektif, kita menggunakan tolak ukur berdasarkan Peraturan Kepala Kepolisian (perkap_6_2019) tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, dan kita juga menjaga kedisiplinan dengan tolak ukur perkap nomor 2, perkap 14 tentang kode etik dan perkap 2 tahun 2016,” ungkapnya didampingi Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat konfrensi di Mako Polresta Bogor Kota, Jl Kapten Muslihat, Sabtu (23/04/2022).

Menurutnya, dari hasil audit Polda Jabar, tidak terdapat pelanggaran prosedur, netralitas berjalan dan juga objektivitasnya berjalan sesuai prosedur.

“Disimpulkan, dalam penyelidikan perkara ini, tidak terdapat pelanggaran kode etik, pelanggaran prosedur maupun netralitas,” tuturnya.

Seperti diketahui, curhatan histeris pedagang mewarnai kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Bogor dalam rangka penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng. Kedua pedagang ini mengaku om mereka ditangkap polisi karena menolak pungutan liar (pungli). Polisi menjelaskan duduk perkara kasus ini dan menyatakan penanganan telah dilakukan.

Saat itu Jokowi yang didampingi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau beberapa pedagang di dalam Pasar Bogor sembari membagikan souvenir kepada warga di lokasi. Tiba-tiba saja dua orang pedagang berteriak histeris, mengadu kepada Presiden Jokowi. Kejadian ini pun viral.

“Bapak, di sini banyak pungli, Pak,” kata pria tersebut kepada Jokowi.

Kemudian Jokowi berhenti melangkah. Jokowi menyimak curhatan pria dan wanita yang histeris tersebut.

Saat itu juga, Jokowi meminta tenang untuk keduanya. Pedagang tersebut terus histeris sembari curhat kepada Presiden Jokowi. Seskab Pramono Anung yang mendampingi Jokowi mencatat curhatan tersebut.

“Tolong, Bapak, om kami menolak pungli, ditangkap polisi,” kata wanita tersebut. “Yang dipenjara siapa?” tanya Pramono. “Om saya,” jawab wanita tersebut. “Namanya siapa?” tanya Pramono lagi. “Ujang Sarjana,” jawab pria dan wanita tersebut.

“Mana mau Lebaran, anaknya ada empat. Bapak, mohon bisa bantu kami, Bapak,” sambung wanita itu.

“Sudah (dicatat),” ucap Jokowi yang memperhatikan catatan Pramono di saat pria dan wanita tersebut terus menyampaikan curhatnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul