Kadisperindag Sumenep Bantah Jika Tempat PKL Dinilai Tidak Layak

oleh -26 views
Kadisperindag Sumenep, Syaiful Bahri

SUMENEP, Kamis (16/08/2018) suaraindonesia-news.com – Salah satu Pengurus Paguyuban Seputar Mobile Sumenep, Madura, Jawa Timur kritisi kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) yang memindahkan mereka dari TB ke Pasar Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep.

Menurut Naufil, tempat yang disediakan pemerintah tersebut sangatlah tidak layak.

“Kami sangat menyayangkan kebijakan pemerintah. Salah satunya masalah tempat yang disediakan pemerintah tidak layak untuk kita tempati. Tempatnya tidak straregis,” katanya.

Disamping itu juga tempat yang disediakan sangat sempit. Sehingga ruang bermain penyewa alat permainan anak terbatas. Berbeda sewaktu masih berada di Taman Adipura yang cukup luas.

Selain itu, pihaknya mengeluhkan taman permainan yang rusak sebelum ditempati oleh penyedia jasa alat permainan. Ditambah lagi area taman bermain tidak sesuai dengan standar.

“Taman bermain itu tidak sesuai standar dan tidak memperhatikan kenyamanan pengunjung yang membawa anaknya untuk bermain,” bebernya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Syaiful Bahri menyampaikan pemerintah memindahkan pedagang dan penyedia jasa permainan anak eks Taman Bunga (TB) ke Desa Bangkal, Kecamatan Kota itu karena ditempat semula tidak layak.

“Kalau mereka bilang ditempat yang sekarang mereka tempati tidak layak, apakah jualan di TB layak,” terangnya.

Menurutnya, selama mereka berjualan di TB mengganggu anak-anak yang bermain. Sehingga lebih tidak layak jika dibandingkan dengan tempat yang dibangun pemerintah dan kini mereka tempati. Sehingga, pemerintah sudah menempatkan mereka ditempat yang layak.

“Sekarang mereka ditempatkan disitu (Bangkal) tidak mengganggu orang lain dan aman. Itu jauh lebih layak (dari TB),” imbuhnya.

Sementara saat disinggung soal bangunan yang rusak sebelum ditempati sebagaimana tudingan Pengurus Paguyuban Mobile, pria yang karib disapa Syaiful, mengaku bangunan itu belum jadi.

“Jadi bangunan tersebut bukan rusak. Tetapi belum jadi,” tukasnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *