JCW Tuding Ada Dugaan Main Mata Dalam Kasus Tipikor Pengadaan Gedung Dinkes Sumenep

oleh -129 views
Foto: Ilustrasi

SUMENEP, Senin (11/3/2020) suaraindonesia-news.com – Abdurrahem, Koordinator Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur, angkat bicara terkait persoalan dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pembangunan gedung kantor dinas kesehatan Kabupaten Sumenep tahun 2015, melawan hukum,” jelasnya pada media ini, Senin (9/3).

Abdurrahem juga memaparkan terkait pengembalian berkas P19 dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sumenep ke penyidik Polres Sumenep.

“Memang pengembalian berkas dalam undang-undang tidak diatur dan JPU juga berhak mengembaikan berkali kali ke penyidik, namun hal ini penyidik Polres sudah melakukan tahapan-tahapan penyelidikan dan memanggil saksi saksi yang terlibat di dalamnya. Dalam hal tersebut penyidikan secara akurat dan profesional. Disini sudah jelas kerugian negara, 2 bukti sudah cukup untuk menjerat dan menghukum se berat-beratnya,” ungkapnya.

Lanjut Rahem, pihaknya mengaku heran dengan adanya dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) itu, ia juga mengaku cuma baru kali ini saja ada kejadian seperti itu.

“Yang saya ketahui baru kali ini, ada kasus korupsi di Kabupaten Sumenep P19 di kembalikan dari Kejaksaan Negeri Sumenep ke penyidik Polres Sumenep,” ujarnya.

Menurutnya, bisa diduga pada saat tahapan P19 untuk P21 itu sering kali terjadi adanya penghalang suatu perkara di Kejaksaan agar tidak memberikan P21. Selain itu bisa saja berkas penyidik selalu dikatakan kurang lengkap oleh Jaksa. Dalam tahapan tersebut dapat diketahui bahwa sering kali dilakukan transaksi.

“Dapat dimungkinkan di P19 tidak bisa P21. Dalam praktik itu sering sekali terjadi suap,” jelasnya.

Tambah Rahem, masyarakat Sumenap mengatakan tidak ada kepastian hukum dalam kasus itu. Sebelum penyidik Polres Sumenep mau melimpahkan P19 ke Kejaksaan Negeri Sumenep, penyidik memeriksa dan menelaah berkas-berkas secara rinci.

“Saya beserta masyarakat Sumenep beranggapan kalau JPU Kejaksaan Negeri Sumenep masuk angin dan menunda-nunda proses hukum, dalam kasus ini tidak ada kepastian hukum dari Kejaksaan Negeri Sumenep,” tandasnya.

Herpin, Kasi Pidana Khusus melalui Kasi Intel, Noval menyampaikan, terkait dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep. Pihaknya menceritakan dari awal hingga berkas tersebut dikembalikan kembalikan ke Polres Sumenep berbentuk P19.

“Pada saat itu ada surat pemberitahuan dimulainya penyidikan SPDP itu tanggal 20 April 2019 itu masih belum ada tersangka. Pada tanggal 20 Oktober 2019 ada SPDP lagi tapi sudah ada penetapan tersangka dua orang yakni: IM dan AB. Kemudian pada tanggal 20 Januari 2020 kita bersurat ke Polres Sumenep namanya P17 itu menanyakan perkembangan hasil penyidikan, tidak lama kemudian tanggal 30 Januari 2020 ada masuk berkas kesini. Kemudian kita teliti terdapatlah beberapa kekurangan masih. Jadi disini ketua timnya Kaspidsus dan beserta timnya dibawahnya. Maka dari itu dikeluarkanlah petunjuk surat P19 dan dikembalikan ke Polres Sumenep tanggal 7 Februari 2020,” beber Kasi Intel pada media suaraindonesia-news.com, Selasa (10/3).

Untuk tindak lanjut mengetahui perkembangan di Polres Sumenep. Pihaknya menyampaikan kurang tahu dari pertama kali pengembalian karena sampai saat belum ada kabar.

“Dari pengembalian ke Polres. Sampai hari ini belum ada pengembalian berkas lagi kesini dan ini ada senggang waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Disinggung terkait isi surat P19 yang sudah dilayangkan ke Polres Sumenep. Pihaknya tidak memberikan penjelasan isi dari P19. Selain itu ditanya soal alat bukti yang sudah ada apakah bisa untuk menjerat dua tersangka, ia menjawab masih ada kekurangan dalam berkasnya.

“Kekurang berkas Polres dituangkan dalam P19 baik formil maupun materil. Kalau alat bukti ada tapi masih banyak kekurangan yang kita cari ini benang merahnya, benang merahnya belum bisa nyambung maka kita kasih petunjuk P19 itu,” tandasnya.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *