JCW Resmi Melaporkan Kasus Dugaan Tipikor Program Bantuan Hibah Pengadaan Sapi ke Polda Jatim

oleh -601 views
Koordinator Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur, Abdurrahem saat melaporkan kasus dugaan tindak pidana korupsi program bantuan hibah pengadaan sapi.

SUMENEP, Kamis (7/5/2020) suaraindonesia-news.com – LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur, resmi melaporkan ke Polda Jawa Timur (Jatim) terkait kasus dugaan pidana dan fiktif pada program penerimaan bantuan hibah. Hal itu merupakan program Pokok-pokok Pikiran (Pokir). Pada kegiatan ekonomi masyarakat melalui usaha peternakan, yang dievaluasi oleh Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep APBD tahun anggaran 2016 dengan anggaran sebesar Rp 4,4 Milliar.

Koordinator JCW Jawa Timur, Abdurrahem, dari hasil investigasi dari Tim JCW Jawa Timur menemukan dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan sapi dan juga tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada.

“Untuk kualitas sapi itu sangat jelek dan kurus dan harga sapi kisaran Rp. 4-5 juta saja per ekornya. Padahal bantuan hibah sapi itu diasumsikan sekitar Rp. 7-8 juta per ekornya dengan spesifikasi 105 cm dan umur ternak 12-18 bulan yang diterima oleh POKMAS (Kelompok Masyarakat) ganti gigi maksimal 1 pasang,” kata Koordinator LSM Jatim Corruption Wact, Kamis (7/5).

Pada program bantuan itu, kuat dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi dari bantuan sapi tersebut merupakan tanggung jawab rekanan dan pihak instansi terkait. Kata Rahem, kondisi sapi saat ini banyak yang dijual oleh ketua POKMAS setempat. Penerimaan bantuan hibah sapi untuk POKMAS bervariasi ada 5 ekor dan ada yang 10 ekor untuk dikembangkan di Desa-Desa.

Selanjutnya, Rahem mengatakan dalam pengadaan sapi ada 6 rekanan memenangkan lelang untuk pengadaan sapi tahun 2016 dari Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep yaitu diantaranya:

1. Pengadaan Hewan Ternak sapi jantan Madura calon bibit CV. RATU AGUNG sebesar Rp. 347,900,000,00,-
2. Pengadaan Hewan Ternak Sapi kereman (penggemukan sapi jantan madura) CV.PUTRI KENCANA sebesar Rp. 607.700.000,00
3. Pengadaan Hewan Ternak Sapi Betina Madura (Wilayah Daratan) CV. PANYABIS sebesar Rp. 900.000.000,00,-
4. Pengadaan Hewan Ternak Sapi Betina Madura (Wilayah Daratan dan Kepulauan) CV. NUSA SEMBILAN sebesar Rp. 1.187.760.000,00,-
5. Pengadaan Hewan Ternak Sapi (sapi Betina Ras Madura) CV. PELANGI NUSANTARA SEJAHTERA sebesar Rp. 1.194.250.000,00,-
6. Pengadaan Hewan Ternak Sapi Madura CV. DUA PUTRI sebesar Rp. 534.905.000,00.

Khusus daerah kepulauan yang di sosialisasikan ke POKMAS. Untuk dikembangkan dengan spek umur ternak berkisaran 12-18 bulan dan tinggi Gumba 103 cm. Malah rata rata cuman umur ternak kisaran 10-15 bulan dan tinggi Gumba 90 cm.

“Ada juga untuk kepulauan Desa Ra’as dan Desa Podai cuman dikadai uangnya sama DPRD Kabupaten Sumenep berkisar sebesar Rp. 5juta,” jelasnya.

Rahem secara tegas mengatakan sehingga dengan melihat fakta kuat dugaan telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan olek oknum kelompok masyarakat POKMAS dan rekanan pemenang lelang dan juga oknum oknum yang terlibat di dalamnya.

“Kami atas nama Lsm Jatim Corruption Watch (jcw)jawa timur memasrahkan sepenuhnya proses hukum kepada Bapak Kapolda Jawa Timur cq Kasubdit Tipidkor Polda Jawa Timur. Kami yakin laporan ini tidak berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang tidak hanya bisa di berantas dengan semangat kerja para penegak hukum. Namun jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana peran-peran serta masyarakat dalam ikut serta mengawasi dan bisa melaporkannya segala tindakan yang mengandung unsur unsur koruptif kepada aparat penegak hukum.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumenep, Bambang Heriyanto, saat dihubungi melalui via telpon dengan tujuan untuk mengkonfirmasi terkait pengadaan sapi dalam program bantuan POKMAS yang dievaluasi Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep APBD tahun anggaran 2016. Anggaran tersebut sebesar Rp. 4,4 Miliar.

Saat dihubungi hingga beberapa kali, pihaknya tidak bisa dihubungi. Waktu ditelpon handphonenya aktif tapi justru dialihkan. Sampai berita ini naik ia tetap saja telponnya dialihkan.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *