SUBANG, Senin (04/07/2022) suaraindonesia-news.com – Banyak orang yang memilih jalan untuk meniti karir diluar tanah kelahirannya tetapi tidak sedikit pula yang telah sukses dalam karirnya lupa akan kampung halaman.
Melalui program yang diselenggarakan oleh IPB yaitu dosen mengabdi pulang kampung, telah menggerakkan hati dosen dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) FEM IPB University yang dirasa sudah saatnya untuk dapat menjalankan pengabdian ditempat asalnya.
Kegiatan dosen mengabdi pulang kampung yang dilaksanakan di Subang oleh dosen dari Departemen ESL yaitu Asti Istiqomah, S.P, M.Si, Dr. Nuva, S.P, M.Sc, Dr. Nia Kurniawati, S.P, M.Si, Osmaleli, S.E, M.Si dan Dea Amanda, S.E, M.Si pada tanggal 2 Juli 2022 dengan topik “Peningkatan Kapasitas Petani dan Pelaku Usaha Pertanian dalam Manajemen Usaha dan Keuangan Berbasis Digital di Jabong Hydro Farm Kabupaten Subang”.
Salah satu dosen menyampaikan pelatihan cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan penentuan harga jual produk kepada para peserta yang datang tidak hanya dari Desa Jabong namun juga dari Desa Gunungsari Kecamatan Pagaden.
Turut hadir Camat Pagaden Dra Tri Utami M.Si, perwakilan Kapolres Subang, perwakilan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Kepala Desa Jabong, ketua Jabong Hydro Farm dan Wakil Dekan Fakultas Pertanian Universitas Subang juga para peserta pelatihan sebanyak 25 orang.
Camat Pagaden, Tri Utami menerima baik kegiatan pelatihan tersebut. Diharapkan para warga mengikuti dengan seksama pelatihan yang akan disampaikan, sehingga setelah mengikuti pelatihan dapat menambah ilmu dan mempraktekan secara langsung untuk keberlanjutan usahanya, ungkap ibu Tri Utami dalam sambutannya.
Asti Istiqomah, S.P, M.Si menyampaikan suatu usaha didukung oleh manajemen usaha akan menjadi wirausaha yang lebih berkembang sehingga memiliki nilai tambah dan seseorang yang memiki jiwa wirausaha mempunyai keberanian, kreatif, semangat tinggi, kemauan keras, daya analisis yang baik, berjiwa pemimpin, tidak berperilaku konsumtif, dapat membuat keputusan dan memiliki pengabdian yang besar terhadap usahanya.
“Menghitung HPP merupakan bagian dalam pengelolaan keuangan. Adapun untuk menentukan HPP diperlukan adanya perhitungan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya variabel, biaya tetap, biaya administrasi dan umum serta biaya pemasaran,” tambah Asti.
Peserta yang didominasi oleh para ibu rumah tangga dilatih cara menghitung HPP secara langsung, dengan demikian mereka bisa mendapatkan harga jual yang tepat dari produk yang sedang mereka jalankan.
Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Romla












