Hutang Obat 9 M Belum Terbayar, RSUD Dr. Moh Saleh Kota Probolinggo Krisis Obat

oleh -89 views
Dokter Bambang Soekotjo, Ketua Komite Medik RSUD Dr. Moh Saleh Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, Rabu (03/01/2018) suaraibdonesia-news.com – RSUD Dr. Moh Saleh Kota Probolinggo, Jawa Timur, akhir akhir ini mengalami krisis obat. Stok obat di apotik rumah sakit ini setiap hari semakin menipis hingga terjadi kekosongan stok beberapa item obat.

Akibat adanya krisis obat tersebut berakibat dokter yang bertugas di RSUD Dr. Moh Saleh mengeluh karena tidak bisa mengevaluasi perkembangan pasien khususnya pasien BPJS.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Bambang Soekotjo, selaku Ketua Komite Medik RSUD Dr. Moh Saleh Kota Probolinggo kepada sejumlah insan pers, Rabu sore (3/1/2018).

Dia menyebutkan terjadinya kekosongan beberapa obat di apotik RSUD Dr. Moh Saleh ini karena pihak rumah sakit masih memiliki hutang obat kepada distributor yang hingga saat ini belum terbayar. Hal ini diketahui saat pihaknya melakukan evaluasi pada bulan Oktober-2017 lalu.

“Masalah hutang obat kepada distributor belum terbayar ini saya tahu setelah melakukan evaluasi pada bulan Oktober-2017 lalu. Diketahui sebelumnya besar hutang belum terbayar sebesar Rp.6 milliar, kemudian pada Oktober-2017 menjadi Rp.9 milliar lebih, yang mana hutang tersebut hingga saat ini belum dibayar oleh pihak managemen rumah sakit,” ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Lebih lanjut dokter Bambang Soekotjo mengatakan, akibat kekosongan obat ini pengaruhnya pada pelayanan klinik. Karena dokter mau mengevaluasi perkembangan pasien tidak bisa.

Baca Juga: Wali Kota Pasuruan Jadi inspektur upacara Hari Amal Bhakti Ke-72 

“Misal pasien si A perlu diberi obat, namun setelah dokter memberi resep obat, ternyata stok obat yang dibutuhkan pasien si A itu stoknya kosong,” sebutnya.

Disamping itu, kata dokter Bambang Soekotjo, adanya kekosongan stok obat di apotik RSUD Dr. Moh Saleh ini juga sangat dikeluhkan oleh pasien, khususnya pasien BPJS. Karena pasien BPJS terpaksa harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli obat di apotek luar, katanya.

“Hal ini saya ungkapkan tidak ada tendensi apa apa. Kenyataan ini saya katakan, saya hanya ingin memperbaiki rumah sakit ini. Terus terang saja rasanya kalau melihat keadaan ini teman teman dokter berkeluh kesah dan sedih,” tambahnya.

Sayangnya Plt Dirut RSUD Dr. Moh Saleh Kota Probolinggo dokter Rubiati saat akan dikonfirmasi terkait dengan kekosongan beberapa obat di Apotik Rumah Sakit dan hutang kepada pihak distributor obat yang belum dibayar tersebut tidak ada ditempat.

Menurut keterangan Resepsionis, dokter sedang cuti, sudah mendapat ijin dari Walikota dan tanggal 8-Januari baru aktif lagi.

Begitu juga Kabid Pelayanan Medis menurut keterangan resepsionis juga tidak ada ditempat, Kabid Pelayanan Medis sedang mengikuti rapat di Kantor Walikota.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *