Peristiwa

Harlah PMII Ke 57 Tahun, Begini Cara Kader Surabaya Merayakannya

×

Harlah PMII Ke 57 Tahun, Begini Cara Kader Surabaya Merayakannya

Sebarkan artikel ini
IMG 20170417 170322

Reporter: Hasan

SURABAYA, Senin (17/4/2017) suaraindonesia-news.com – Hari Lahir (Harlah) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang ke 57 Tahun, 17 April 1960-17 April 2017 yang jatuh pada hari ini, tentu mengingat sejarah panjang terbentuknya Organisasi Kemahasiswaan yang di deklarasikan di Kota Surabaya ini menjadi hari gembira, dan refleksi oleh kader penerusnya dengan tentu merakayannya, seperti yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang PMII Surabaya dimulai dari kemarin, sampai dini hari tadi, Senin (17/04/2017).

“Bersyukur hari ini kita selesai mengadakan acara perayaan dengan sederhana, namun tidak mengurani nilai dari sejarah panjang perjalanan perjuangan PMII untuk Negara Kesatuan Republik ini, dengan pola Khotmil Qur’an, Orasi Singkat Komisariat se-Surabaya, teatrikal puisi, sampai dini hari tadi pemotangan kue tart 57 Tahun PMII di Sekretariat PMII Cabang Surabaya dengan alamat, Jl. Darmo Kali 148,” kata Uung Bahrul Fahrudi, sekretari panitia kegiatan ketika diwawancarai.

Terpisah, Ketua Cabang PMII Surabaya Fathur Fahrusi, menyampaikan bahwa Tema yang diambil itu atas dasar bagaimana PMII selain mengingat para pendirinya, juga mampu meneruskan perjuangannya, sehingga gerakan PMII yang berbasis pada keumatan, kemahasiswan di Negara ini benar-benar dirasakn oleh Bangsa Indonesia.

“Tentu kita selain mengingat, juga meneruskan apa-apa yang menjadi cita-cita para pendiri PMII ini, dan kegiatan tadi (Harlah) itu salah satu kegiatan positif dalam merakannya,” imbuhnya.

Peran mahasiswa di dalam Berbangsa dan Bernegara tidak bisa dinafikan, karena perubahan Mahasiswa adalah menjadi tulang punggunya, dan tentu tantangan berat yang dihadapi Mahasiswa saat ini, iaitu hedonisme, budaya konsumerisme, mindsite (negatif), pragmatis, instan, egosentrisme yang hanya bisa menghancurkan gerakan kedepan.

“Mahasiswa adalah tulang punggung perubahan, oleh karenanya bila Mahasiswa tak lagi berfikir dan berpola realistis, maka sebuah kehancuran di Negeri ini akan datang dengan cepat,” tambahnya.

“Selain itu, tentu PMII Cabang Surabaya mulai membangun perubahan perlahan dengan membumikan soliditas dan solidaritas diinternalnya, sehingga akan menjadi organisasi pengkaderan yang tumbuh subur oleh kader-kader yang kaya akan karya produktif,” tutupnya.