PeristiwaRegional

Hari Ini, Peringatan Hari Buruh Paling Menyedihkan

146
×

Hari Ini, Peringatan Hari Buruh Paling Menyedihkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20200501 151610
Anggota Pansus Pengawasan Dampak Covid-19, Heri Cahyono.

BOGOR, Jumat (01/05/2020) suaraindonesia-news.com – Hari ini 01 Mei 2020, kita memperingati hari buruh internasional, mungkin hari ini adalah peringatan hari buruh yang diwarnai dengan kesedihan.

Beberapa waktu lalu kita mendengar sebuah perusahaan yang berniat mem-PHK seluruh karyawannya, di sekeliling kita juga puluhan, ratusan, bahkan ribuan buruh di rumahkan. Para karyawan pabrik, karyawan mall mall dan pusat perbelanjaan, para buruh bangunan dll.

Hari ini merupakan peringatan hari buruh ditengah peristiwa pandemi covid-2019 yang mengakibatkan puluhan, ratusan, ribuan bahkan untuk hitungan nasional bisa mencapai jutaan, mereka kehilangan pekerjaan, kehilangan pekerjaan artinya kehilangan pemasukan, kehilangan daya beli.

Salah satu anggota Pansus Pengawasan Dampak Covid-19 di Kota Bogor, Heri Cahyono menyampaikan, dari hilangnya pekerjaan ribuan orang ini, dampaknya sangat besar.

“Jika satu orang karyawan kehilangan pekerjaan, satu karyawan tersebut sebelumnya mampu menopang hidup satu keluarga atau sekitar 3 sampai 5 orang, tentu ribuan orang di Kota Bogor yang saat ini kehilangan pekerjaan akan melumpuhkan daya beli sebanyak lima kali lipat dari yang di PHK,” ungkapnya.

Anggota DPRD yang akrab dipanggil HC ini menambahkan, bahwa tenaga kerja buruh dari Kota Bogor, baik yang bekerja di wilayah Kota Bogor maupun di luar Kota Bogor punya peran penting dalam menarik atau membuat peredaran uang di seluruh wilayah Kota Bogor, peredaran uang itulah yang menjadi kapasitas ekonomi di wilayah tersebut.

“Dengan banyaknya kehilangan pekerjaan dari warga Kota Bogor, tentu akan membuat ekonomi melambat secara keseluruhan, jika kita ingin mengembalikan gairah ekonomi di masyarakat harus ada aliran uang masuk ke warga warga,” tuturnya.

HC menyampaikan, saat ini, jika kita perhatikan potensi pergerakan uang masuk ke warga berasal dari para pegawai negeri yang tetap menerima gaji bulanan, para karyawan swasta, juga para profesional yang masih bekerka di rumah. Juga dari dana dana masuk sektor lainnya seperti bantuan pemerintah dan program program yang di gerakkan oleh pemerintah daerah dan pusat.

Mereka yang mengalami PHK kata HC, harus mampu banting stir masuk ke sektor sektor informal.

“Yang saya lihat saat ini para pemilik kendaraan bermotor yang dulu menjadi ojek on line bisa beralih ke ojek pangkalan, dan banyak yang memulai usaha rumahan secara on line mengingat jenis usaha yang saat ini bisa dijalankan ya dari rumah secara on line,” imbuhnya.

Dihari buruh tambah HC, dirinya secara pribadi ingin mengucapkan selamat hari buruh, bagi para para buruh di kota bogor.

“Situasi saat ini memang sulit, dalam situasi saat ini kita harus bekerja sama, para buruh adalah pahlawan ekonomi, tanpa buruh ekonomi kita akan runtuh, saya berharap dihari buruh kali ini kita bisa bangkit kembali, usaha usaha yang kita jalankan bisa berjalan lancar, sejumlah program pemerintah yang ahir akhir ini gencar di jalankan harus bisa ditangkap oleh pemerintah daerah, kita harus mampu mentransfer informasi dari kebijakan pemerintah pusat, mulai dari pemberdayaan UKM program latihan pra kerja dan lain sebaginya, semoga para buruh di Kota Bogor bisa bangkit lagi, bisa bekerja lagi, dan ekonomi kita juga kembali pulih,” harapnya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela