Harga Bawang Merah Murah, Petani Minta Bupati Sumenep Berikan Solusi

oleh -40 views
Salah satu petani memperlihatkan hasil panen Bawang merahnya, di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.

SUMENEP, Sabtu (13/3/2021) suaraindonesia-news.com – Sejumlah petani bawang merah di Kabupaten Sumenep, Kecamatan Rubaru, Desa Karang Nangka, harapannya pupus gara-gara murahnya harga bawang merah.

Menanam Bawang merah butuh biaya yang lumayan besar untuk mendapatkan hasil yang bagus. Mulai dari pengelolaan tanah dan pemilihan bibit bawang yang bagus, tentunya membutuhkan biaya yang lumayan besar mengingat rentannya bawang kepada hama.

Sahe salah satu petani bawang merah, mengatakan bahwa proses penanaman bawang merah paling rumit dan butuh biaya besar, karena jika tidak dirawat dengan baik akan dimakan hama.

“Awal mau nanam bawang, tanahnya harus di belikan obat terlebih dahulu dengan cara di semprotkan ke tanah, begitu bawang tumbuh rata-rata penyemprotan nya dua kali dalam sehari, dan biaya obat cairan semprotnya lumayan mahal,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, banyak petani yang gagal panen bawang karena dimakan ulat dan hama. Petani mengatakan harga jual bawang petani saat ini sangat murah hanya sebesar Rp 5.000/kg dan itu sangat merugikan para petani.

“Yang dirasakan sekarang ini bukan lagi untung tapi buntung (rugi), kalau idealnya harganya sekitar Rp12.000-Rp 20.000/kg,” katanya.

Menurut dia, penurunan harga bawang merah petani di Kecamatan Rubaru sudah dirasakan sejak awal panen, dan dari hari ke hari semakin menurun menyusul panen raya bawang merah di beberapa daerah.

Dia mengatakan, dengan harga jual dari petani bawang yang hanya Rp 5.000/kg tersebut tidak mampu menutup biaya modal mulai dari tanam hingga panen. Dia mengaku mengeluarkan modal sekitar Rp 3.000.000.

“Besar harapan kami kepada pemerintah bisa ikut campur, misalnya dengan membeli hasil panen untuk disimpan di gudang bawang dan dijual ketika harganya normal, bisa dijual kembali,” harapnya.

Ini akan menjadi tantangan baru kepada bupati terpilih Ahmad Fauzi, mengingat tema pelantikan sambutannya saat dilantik meningkatkan sektor ekonomi pertanian masyarakat Kabupaten Sumenep.

Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *