Hanya Karena Memberi Makan Orang Tuanya, Seorang Suami Tega Habisi Istrinya

oleh -54 views
Suasana dirumah korban di Dusun Satu, Kampung Luar, Desa Pagerungan Besar, Kab. Sumenep, Rabu (28/03/2018).

SUMENEP, Rabu (28/03/2018) suaraindonesia-news.com – Sungguh memilukan nasib yang menimpa Pida (30) yang tewas ditangan suaminya sendiri Hasbi (34), keduanya warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura Jawa Timur. Rabu (28/03) sekitar pukul 18.00 wib.

Junaidi salah seorang warga setempat yang sempat mendatangi rumah keluarga korban bersama beberapa warga sekitar dan melihat lansung kondisi korban, melalui telpon gengamnya menceritakan, bahwa telah terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya yang menyebabkan kematian.

“Berdasarkan pengamatan sementara, korban diduga dibunuh dengan cara dicekik sampai merenggang nyawa, karena tidak ada luka atau memar dibagian tubuh korban, yang terlihat jelas disekitar leher korban membiru bekas tangan,” tuturnya.

Menurut Junaidi, karena kondisi korban kritis warga yang datang langsung melarikan korban ke Puskesmas terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan namun ditengah perjalanan korban menghembuskan napas terakhirnya, dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca Juga: APMS Jual BBM Melalui Pengepul, Manager MOR V Pertamina: Itu Menyalahi Aturan

“Kejadian diperkirakan sekitar jam 18.00 wib. Sesudah shalat magrib, tidak ada seorangpun yang melihat secara langsung kejadian ini,” terangnya.

Sementara kronologis kejadian berdasarkan keterangan Nasir paman korban, bahwa keponkannya dihabisi oleh suaminya sendiri gara-gara korban selalu memberi makanan orang tuanya, yang sebelumnya sudah diingatkan agar istrinya tidak membantu keluarganya dalam bentuk apapun, karena dianggap pemalas tidak mau bekerja dan hanya menjadi beban saja.

“Itulah pemicunya sehingga terjadi perang mulut diantara suami istri sebelum akhirnya terjadi pembunuhan,” terang Nasir paman korban.

Setelah menghabisi nyawa Istrinya kemudian pelaku langsung kabur melarikan diri dan sampai saat ini masih dilakukan pencarian oleh aparat Desa dan petugas Babinsa serta dibantu warga sekitar.

Sementara korban meninggalkan tiga orang anak yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki- laki.

Korban rencananya akan dikebumikan oleh keluarga pada hari Kamis tanggal (29/03/2018) pukul 09.00. pagi, sambil menunggu datangnya pihak kepolisian sektor Sapeken.

Sampai tulisan ini ditulis belum ada satupun pihak kepolisian sektoer Sapeken yang bisa dihubungi.

Reporter : Suraini
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *