Hadiri SP&PFKKK, Disdik Sumenep Tekankan Pentingnya Penanggulangan Kekerasan di Sekolah

oleh -7 views
Foto: Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra bersama Ketua Dewan Pendidikan Sumenep Mulyadi.

SUMENEP, Selasa (09/07) suaraindonesia-news.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Agus Dwi Saputra, menghadiri kegiatan Silaturrahim Pendidikan dan Pengukuhan Forum Komunikasi Komite Kecamatan (SP&PFKKK) yang digelar Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS). Acara ini berlangsung di Gedung Ki Hadjar Dewantara dengan tujuan utama menanggulangi kekerasan di lingkungan sekolah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Kadisdik Agus Dwi Saputra, Kadinsos P3A Mustangin, PPA Polres Sumenep Nurmalita, serta seluruh Komite Kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

Agus Dwi Saputra mengungkapkan bahwa penanggulangan kekerasan di sekolah telah diatur melalui regulasi yang ketat untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep telah menerbitkan Keputusan Bupati yang mengatur pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) di setiap satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan Sumenep.

Baca Juga: Disdik Sumenep Sambut Baik Drumband Laskar Harmoni Panditu SDN Pandian I Usai Borong Piala Tingkat Provinsi

“Setiap institusi pendidikan wajib membentuk satuan tugas PPK,” ujar Agus.

Agus juga menekankan pentingnya kerjasama semua pihak dalam mencegah kekerasan di lingkungan sekolah. Meskipun regulasi yang ada sudah memadai, masih diperlukan pengawasan agar implementasinya berjalan efektif.

“Semua pihak harus berperan aktif, termasuk masukan dari orang tua dalam upaya pencegahan kekerasan, baik itu perundungan maupun kekerasan seksual,” tutupnya.

Di forum yang sama, Ketua DPKS Mulyadi menyatakan bahwa untuk memajukan pendidikan, tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama, melainkan perlu ada kolaborasi dengan semua sektor.

“Forum Komite semacam ini dapat menjadi alat untuk membangun pendidikan secara bersama-sama,” ujar Mulyadi.

Dia juga menekankan pentingnya pertemuan ini untuk membahas tiga masalah utama dalam dunia pendidikan: perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

“Hari ini, kita harus menunjukkan bahwa kolaborasi dan sinergi dapat menghasilkan pendidikan terbaik untuk membangun generasi emas,” tambahnya.

Mulyadi meminta maaf jika acara silaturahmi yang diadakan ini sederhana, namun menekankan bahwa pertemuan ini penting untuk membahas isu-isu krusial dalam pendidikan.

Reporter: Ari
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan