Hadir di Acara FKMA Ke V di Sumenep, Ini Kata Putri Indonesia

Runner Up I Putri Indonesia Jawa Timur 2018, Ayuk Hartiningsih Ibrahim

SUMENEP, Rabu (31/10/2018) suaraindonesia-news.com – Festival Keraton dan Masyarakat Adat se-Asia Tenggara (FKMA) ke V tahun 2018 yang di gelar di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, selain dihadiri Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi), sejumlah mentri kabinet kerja, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Luki Hermawan, dan Pandam V Brawijaya, Mayjend TNI Arif Rahman, ketua forum silaturrahim keraton Nusantara, serta para raja, juga dihadiri Runner Up I Putri Indonesia Jawa Timur 2018, Ayuk Hartiningsih Ibrahim.

Menurut Ayu sapaan akrab Ayuk Hartiningsih Ibrahim, kedatangannya merupakan kehormatan baginya bisa ikut meramaikan acara FKMA ke V tahun 2018 yang di gelar di Kabupaten Sumenep.

“Saya merasa bangga mendapatkan kepercayaan bisa tampil memperagakan Batik Tulis hasil karya putra daerah Sumenep sendiri di depan para raja, tentu ini merupakan kehormatan bagi saya,” tutur wanita berparas cantik kelahiran Surabaya, 8 Juni 1995 itu.

Anak ke dua dari tiga bersaudara itu mengakui bahwa acara FKMA ke V tahun 2018 sangat luar biasa, karena menurutnya dengan acara ini Sumenep bisa memperkenalkan budaya Sumenep secara langsung kepada para raja dan Masyarakat Adat se-Asia Tenggara.

Baca Juga: Ikut Semarakkan FKMA di Sumenep, Batik Tulis Canteng Koneng Datangkan Putri Indonesia 

“Sangat bagus sekali apalagi berkaitan dengan sejarah Sumenep sendiri,” kata putri dari pasangan Ibrahim dan Sumiyah itu.

Runner Up I Putri Indonesia Jawa Timur 2018, Ayuk Hartiningsih Ibrahim

Selain itu, ia juga mengapresiasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang ikut turut andil dalam memeriahkan pameran yang ada.

Baca Juga: Perancang Busana Ternama Asal Sumenep, Ikut Semarakkan Festival Keraton dan Masyarakat Adat se-Asia Tenggara ke V 

“Salah satunya, Batik tulis Sumenep yang memiliki khas tersendiri dari batik daerah lainnya, dari coraknya lebih keluar dan terkesan lebih berani, termasuk juga dari segi oleh-olehnya yang memiliki ciri khas sendiri,” tutur wanita kelahiran Surabaya, 8 juni 1995 itu.

Ia berharap agar pemuda juga ikut andil membantu mempromosikan budaya dan wisata yang ada di Sumenep.

“Tentu peran pemuda Sumenep juga sangat diperlukan untuk mendukung apa yang menjadi program pemerintah hususnya Sumenep sendiri,” ujarnya.

Ia mengaku, jika selama ini tidak pernah membayangkan akan sampai di Madura terutama di Sumenep.

“Selama ini saya berpikir mustahil bisa sampai di Sumenep, karena posisinya berada di ujung paling timur Pulau Madura,” tukas Wakil II Raki Jawa Timur 2017 itu. (Zaini)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here