Habib Hadi Zainal Abidin: Penanaman 4 Pilar Kebangsaan Secara Dini Untuk Keutuhan NKRI

Anggota MPR RI Habib Hadi Zainal Abidin, saat halal bihalal dan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ponpes Al Munawwir, Lumajang, Kabupaten Lumajang, Rabu (29/7/15) baru - baru ini

Lumajang, Suara Indonesia-News.Com – Anggota MPR RI, Habib Hadi Zainal Abidin tekankan penanaman 4 Pilar Kebangsaan secara dini kepada masyarakat dan generasi bangsa untuk keutuhan NKRI dan terciptanya kerukunan umat bergama.

Penekanan 4 Pilar kebangsaan secara dini kepada generasi bangsa ini disampaikan oleh Habib Hadi Zainal Abidin Spd, MM, MHP selaku anggota MPR RI pada saat acara Halal Bihalal dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Ponpes Al Munawwir di Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Rabu (29/7/15) baru baru-baru ini.

Acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dikemas bersamaan dengan halal bihalal di Ponpes yang diasuh oleh KH. Usman Asy’ari Alfaruq tersebut, Habib Hadi kepada para undangan menekankan akan pentingnya penanaman Pancasila, UUD-1945, NKRI dan Bhineka Runggal Ika¬† (4 Pilar Kebangsaan ) sejak dini kepada masyarakat dan generasi bangsa ini dengan tujuan agar bangsa yang sudah hidup bersatu dalam satu kesatuan NKRI kedepan tetap solid, tetap rukun, bersatu tidak mudah dipecah belah oleh isu – isu sara dan kepentingan – kepentingan Politik Negara lain, juga agar masyarakat tidak mengalami degradasi moral dan degradasi bangsa, ungkap Habib Hadi.

Habib Hadi juga menyinggung terkait insiden  penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok Pemuda Gereja Injil Di Indonesia (GIDI) kepada Umat Islam di Tolikara РPapua pada 17-Juli-2015 silam saat Umat Islam sedang melaksanakan Sholat Idhul Fitri hingga menyebabkan 70 bangunan terbakar yang salah satunya adalah Masjid.

Habib Hadi mengatakan, apa yang dilakukan oleh sekelompok Pemuda Gereja Injil Di Indonesia itu karena adanya hasutan yang dilakukan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan untuk memecah belah NKRI melalui sara.

“Oleh karena itu demi keutuhan NKRI dan kerukunan umat beragama, saya menghimbau kepada semua umat Islam di NKRI jangan terpancing dengan isu – isu sara seperti yang terjadi di Tolikara – Papua pada 17-Juli yang lalu”, himbaunya.

Dalam acara tersebut beberapa warga yang hadir kepada Habib Hadi mengeluhkan masalah keamanan didaerahnya yang masih rawan dengan adanya pencurian ternak sapi.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Habib Hadi akan mengupayakan agar Pemerintah menerbitkan aturan, supaya warga peternak/pemilik sapi memiliki surat kepemilikan sapi ternaknya.

Acara yang dikemas secara sederhana dan kidmad tersebut dihadiri oleh sekira 150 undangan yang terdiri dari tokoh ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat juga tokoh pemuda. (Singgih).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here