Gubuk Reyot Janda Miskin Dibedah, Kapolda Aceh Serahkan Kunci

oleh -42 views
Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil, saat menyerahkan kunci rumah untuk Nurmiati (57) warga Desa Mali Mesjid Kecamatan Sakti, Pidie.

BANDA ACEH, Minggu (28/6/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli yang akan datang, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs.Wahyu Widada, M.Phil, menggelar kegiatan baksos di Kabupaten Pidie, Sabtu (27/6), dan menyerahkan kunci rumah kepada seorang janda miskin Nurmiati (57) yang selama puluhan tahun menempati rumahnya di gubuk reyot sebelum dibedah Personel Polres Pidie.

Menurut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Ery Apriyono, S.I.K., M.Si, dalam siaran persnya, Sabtu (27/6). Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil, menyerahkan langsung kunci rumah untuk Nurmiati warga Desa Mali Mesjid Kecamatan Sakti, Pidie.

“Ini adalah rangkaian baksos jajaran Polda Aceh dalam rangka Hari Bhayangkara dan program kue surga, dalam kegiatan baksos Kapolda mengatakan lagi, dana untuk membedah rumah Nurmiati berasal dari sumbangan Personel Polisi,” kata Kabid Humas Polda Aceh.

Kapolda yang didampingi Kapolres Pidie, juga menambahkan “kue surga” adalah program bersedekah atau berzakat dengan menyisihkan penghasilan untuk membantu masyarakat miskin.

“Dikatakan Kapolda, bila zakat yang dikeluarkan warga bisa dikelola dengan baik, warga miskin di Aceh tidak ada lagi,” ujar Kabid Humas.

“Makanya zakat itu harus dikelola dengan baik dalam menghapus kemiskinan. Kalau zakat dikelola dengan baik, rumah tidak layak huni tidak ada lagi ditempati warga”, pungkasnya.

Sementara itu Nurmiati (57) saat menerima kunci rumahnya setelah dibedah, seketika bersujud syukur dan berterima kasih kepada Kapolda Aceh dan jajarannya.

“Nurmiati langsung masuk ke dalam rumahnya yang kini layak huni diikuti Kapolda dan rombongannya,” kata Kabid Humas.

Nurmiati dalam kesempatan itu menjelaskan, selama ini tidak mampu membangun rumah sendiri karena penghasilannya sebagai buruh tani pas-pasan, “hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” sebutnya

Kondisi rumah Nurmiati sebelum dibedah sangat memprihatinkan, rumahnya beratap daun rumbia, dindingnya terbuat dari kayu dan bambu.

“Saat musim hujan, gubuk tersebut bocor sehingga tidak layak untuk dihuninya,” ujar Kabid Humas Kombes Pol.Ery Apriyono,S.I.K.,M.Si

Pantauan awak media, Kapolda Aceh dalam kegiatan itu didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Aceh serta dihadiri Bupati Pidie dan Pejabat jajarannya, Pejabat Polres Pidie, unsur TNI dan tokoh masyarakat setempat.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *