Berita

GR2B Dukung Penuh Plt Walikota Bogor Dedie A Rachim

Avatar of admin
×

GR2B Dukung Penuh Plt Walikota Bogor Dedie A Rachim

Sebarkan artikel ini
IMG 20200321 173815
Ketua Dewan Pembina Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) Harry Ara.

BOGOR, Sabtu (21/03/2020) suaraindonesia-news.com – Setelah Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dinyatakan positif mengidap Covid-19, Peran sementara digantikan oleh Wakilnya, Dedie A Rachim.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) Harry Ara menjelaskan, bahwa berdasarkan Pasal 65 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, jika kondisi kepala daerah berhalangan menjalankan tugas, kepala daerah tersebut dapat menunjuk wakil walikota sebagai pelaksana tugas (Plt) walikota, untuk menjalankan tugas dan kewenangan walikota baik secara parsial maupun secara keseluruhan.

“Ini untuk menjaga agar fungsi pemerintahan dan pelayanan masyarakat tetap berlangsung seperti biasa,” ungkapnya melalui WhatsApp, Sabtu (21/03).

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) dan juga Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Hukim Dharma Andiga ini mengatakan, GR2B menilai disaat Kota Bogor berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat dampak COVID-19 bahkan Walikota Bima Arya yang juga sudah status Positif COVID-19.

“Ini momentum untuk wujudkan Sila ke 3 Pancasila Persatuan Indoensia di Kota Bogor. Perbedaan pandangan politik dan kepentingan justru akan menjadi modal awal spirit persatuan,” ujarnya.

Bung Ara sapaan Pria 35 Tahun kelahiran Kota Hujan Bogor ini menegaskan GR2B mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung penuh Dedie A Rachim dalam memimpin Kota Bogor. Hal ini bukan saja karena mekanisme hukum melainkan dari sosial politik ada spirit kegotongroyongan dalam “melawan cerdas” penyebaran COVID-19.

“Jadi jika hanya upaya dari sisi pemerintah saja tidak akan efektif, jika masyarakat tidak sungguh-sungguh diedukasi bagaimana paham, berani, dan tepat serta disiplin diri dalam menjaga diri dan keluarga, inti masing masing dari wabah COVID-19,” terangnya.

Menurutnya, semua punya alasan untuk tetap ber-aktifitas, tetapi bagaimana caranya selain Pemerintah menghimbau isolasi diri namun harus ada program stimulus ekonomi bagi rumah tangga yang rentan dalam hal memenuhi kebutuhan harian.

“Jadi GR2B ajak kita tidak hanya berpikir dampak kesehatan akibat COVID-19, namun dampak ekonomi kita harus dipikirkan komprhenship dengan mengajak rekan-rekan berdoa, selalu rajin cuci tangan sesering mungkin setelah menyentuh benda asing dan kontak dengan nara sumber serta lainnya,” pungkas Harry Ara.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela