Gendam Nenek 80 Tahun, Perangkat Desa Ditangkap Polisi

oleh -212 views
Tiga pelaku gendam di kota Batu berhasil ditangkap Polisi.

KOTA BATU, Senin (13/7/2020) suaraindonesia-news.com – Kepolisian resort (Polres) Batu meringkus seorang oknum perangkat Desa disalah satu Desa di Kabupaten Pasuruan. Ia ditangkap Polisi usai melakukan aksi gendam (hipnotis) dengan Nenek 80 tahun di depan toko kardus Jl Brantas Kelurahan Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur.

Pelaku yang berpura-pura sebagai kiyayi atau ustad ini beraksi pada Selasa (7/7/2020) pagi pukul 06.00 WIB lalu, ia berhasil menyikat 5 gram cincin milik korban dengan taksiran harga sekitar Rp 7juta.

Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan warga, akhirnya dalam satu kali 24 jam polisi berhasil meringkusnya dilokasi yang berbeda.

Pelaku yang berstatus perangkat Desa ini berinisial M. AL Umur 50 Tahun Dusun Terate, Desa Karang Sentul, Rt 001 Rw 008. Kec Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, melakukan tindakan kriminal dengan rekannya D F 49 Desa Ranggeh Rt 002 Rw 002 Kel. Ranggeh, Kec. Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.

Dan yang berikutnya M S Umur 55 Tahun Dusun Grinting RT 001 RW 006 Kel Mulyorejo Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

“Dari tiga orang pelaku, petugas berhasil mengamankan satu unit mobil Suzuki ertiga warna abu-abu metalik No Pol N 1059 WW yang diketahui milik rental, satu buah kopyah, satu buah baju takwa dan satu buah sarung yang digunakan untuk melakukan kejahatan,” kata Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung Pratama, Senin (13/7/2020) siang di Mapolres Batu.

Menurut Kapolres Batu, Peristiwa itu terjadi ketika korban selesai berbelanja di depan toko kardus Jl Brantas Kel. Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, saat perjalanan pulang, tiba tiba ada sebuah mobil pelaku dan berhenti, yang kemudian salah satu pelaku yang bernama (A) menayakan kepada korban letak lokasi Pasar kota Batu.

“Selanjutnya Pelaku menyuruh korban berkata kepada pelaku lainnya yang berinisal (D) dengan berkata, “nggihpun jenengan bejo ten kiyai/gus, setelah itu korban menghampiri perilaku (D) dan pelaku (D) mendoakan korban agar dapat naik haji, dijauhkan dari penyakit dengan syarat untuk menyiapkan uang Rp 2000,” kata Harviadhi.

Dijelaskannya, untuk dimasukkan ke kotak amal Masjid sambil mengambil air yang berada di dalam Masjid untuk dibuat berwudhu sambil dibacakan alfatikah. Selanjutnya Pelaku (A) mengatakan kepada pelaku (D) “kulo pisan gus, kulo patah utange. Samaean dungakno Pisan, (Saya juga Gus, Saya banyak hutangnya , doakan sekalian) “dan pelaku (D) menjawab “ yoe aku terno panggone (ya antarkan ketempatnya), awakmu ndek masjid ndeleh duek Rp.2000,- sambil ngambil air wudhu.

“Kemudian Pelaku (A) membantu melepaskan dua cincin emas yang dipakai korban, Setelah itu cincin tersebut diberikan ke pelaku (D) selaku kiai atau gus untuk didoakan,” jelasnya.

Lantas, kata dia, Korban lengah dan dua cincin emas oleh pelaku (D) diganti dengan dua uang receh yang dibungkus dengan tisu dan dimasukan kantong plastik/kresek. Kemudian diberikan kepada korban. Setelah itu Pelaku masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan korban.

Namun aksinya, Tidak lama kemudian, ketiga pelaku berhasil ditangkap petugas di tiga lokasi yang berbeda. Polisi menangkap pelaku di lokasi di kabupaten Pasuruan.

“Akibat perbuatan itu perangkat desa dan dua rekannya dijerat dengan Pasal 378 KUHP yang ancaman hukumannya di atas empat tahun penjara,” jelasnya.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *