GUNUNGSITOLI, Kamis (21 September 2017) suaraindonesia-news.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-7 Gerakan Kristen Bersatu Kepulauan Nias (Gekribnis) diisi dengan seminar dengan Tema “Spirit Of God” dan Sub Thema “Taat dan setia & Pasutri yang melayani” yang diadakan di Gereja GNKP Indonesia Jemaat Delafiga, Kamis (21/9).
Seminar yang di mulai dengan nyanyi dan Doa yang dipandu oleh Tety Yanti Lase, SKM sebagai MC dilanjutkan dengan laporan ketua panitia oleh Pdt. Nasoaro Waruwu, M.Pd.K dan dilanjutkan dengan khotbah oleh Pdt. Dr. Nur Asli Waruwu, M.Th.
Sebelum memulai seminar, Ketua Umum Gekribnis, Rosmina Bate’e, S.Th mengatakan dalam kata sambutannya puji syukur kepada Tuhan karena hingga hari ini kita bisa merayakan HUT Gekribnis Ke-7.
Baca Juga: Majelis Syura PBB Serukan Pemberdayaan Ekonomi Umat Islam
“Walau penuh duka dan suka, namun berkat kasih Tuhan maka kita patut bersyukur hingga kita masih bisa merayakan HUT Gekribnis Ke-7 yang puncaknya hari ini,” tutur Rosmina.
Dengan dipandu oleh Pdt. Monaati Zebua, S.Th sebagai moderator langsung memperkenalkan narasumber yang berasal dari Jakarta yaitu Pdt. DR. Lukas Kusmana
Dalam seminarnya di sesi pertama Pdt. Lukas lebih menekankan Bagai mana kita agar selalu ada dalam lawatan Tuhan.
Selanjutnya seminar dilanjutkan pada sesi ke dua dengan Narasumber, Pdt. Piter Wie yang lebih menekankan pada pasangan yang melayani.
Setelah acara seminar selesai, Ketua Panitia Pdt. Nasoaro Waruwu, M.Pd.K mengucapkan terima kasih kepada Ketua Gekribnis dan seluruh panitia atas dukungan dan kebersamaan hingga kegiatan pelaksanaan HUT Gekribnis dapat terlaksana dengan sukses hingga acara puncak.
Baca Juga: Dosen FISIP Universitas Jember: Munir Sang Aktivis HAM Tak Pernah Mati
Masih di sesi acara, kepada awak media ini Ketua Gekribnis, Pdt. Rosmini Bate’e, S.Th mengatakan bahwa Gekribnis merupakan suatu wadah yang di bentuk untuk mempersatukan gereja-gereja yang ada khususnya di kepulauan Nias dan bukan untuk memecah belah.
“Kita mengharap kiranya gereja-gereja dapat menyatukan langkah untuk mempersatukan dan tidak menjadi pemecah belah hanya karena perbedaan sistem. Untuk itu marilah kita bersatu tanpa membeda-bedakan merk atau jenis gereja, mari melakukan pelayanan dengan tulus dan ikhlas,” ajak Ketua Gekribnis. (T2g)












